Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 02 Juli 2026

Empat SMA Negeri di Lampung Jadi Induk Program Pembelajaran Jarak Jauh Gratis

Oleh Redaksi

Berita
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: Ist.

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemprov Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan empat SMA negeri sebagai sekolah induk Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) gratis bagi anak-anak putus sekolah. 

Program tersebut  dijadwalkan mulai dibuka pada Juli 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di Lampung.

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico mengatakan, PJJ menjadi langkah konkret pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang tidak dapat mengikuti pendidikan melalui jalur sekolah reguler agar tetap bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA.

"InsyaAllah bulan depan kami mulai membuka Pembelajaran Jarak Jauh bagi siswa-siswa yang mungkin tidak bisa bersekolah di sekolah reguler atau sekolah formal. Pembelajarannya bisa dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan kebutuhan peserta didik," kata Thomas, Selasa (30/6/2026).

Thomas menjelaskan, Program PJJ berbeda dengan SMA Terbuka yang juga tengah dipersiapkan Pemprov Lampung.

Menurutnya, PJJ akan diluncurkan lebih dahulu, sementara SMA Terbuka menyusul setelah seluruh regulasi dan petunjuk teknis rampung.

"Yang lebih dahulu kita launching adalah Pembelajaran Jarak Jauh. SMA Terbuka juga akan kita launching, tetapi programnya berbeda," ujarnya.

Pada tahap awal, Disdikbud Lampung menunjuk empat sekolah sebagai sekolah induk penyelenggara PJJ, yakni SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat, SMA Negeri 1 Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, dan SMA Negeri 1 Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang.

Keempat sekolah tersebut akan menjadi pusat administrasi sekaligus penyelenggara proses pembelajaran bagi peserta PJJ.

Sistem pembelajaran dirancang fleksibel melalui kombinasi metode daring dan luring sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta didik.

Program ini diperuntukkan bagi anak-anak putus sekolah yang berusia maksimal 18 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan jenjang SMP atau sederajat.

"Program ini memang khusus untuk anak putus sekolah. Kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka agar bisa kembali melanjutkan pendidikan sampai jenjang SMA," jelas Thomas.

Ia menegaskan seluruh biaya pendidikan dalam program tersebut ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Dengan demikian, peserta tidak dipungut biaya selama mengikuti proses pembelajaran.

"Gratis. Intinya kami ingin mengurangi angka putus sekolah yang ada di Provinsi Lampung," tegasnya.

Thomas menambahkan, lulusan Program PJJ nantinya akan memperoleh ijazah resmi yang diterbitkan oleh sekolah induk sehingga memiliki legalitas yang sama dengan lulusan SMA reguler.

Pendaftaran peserta akan dibuka mulai Juli 2026 dan dilakukan secara langsung di masing-masing sekolah induk. Saat ini Disdikbud Lampung masih melakukan sosialisasi agar informasi mengenai program tersebut dapat menjangkau masyarakat di seluruh kabupaten/kota.

Peluncuran Program PJJ merupakan bagian dari strategi Pemprov Lampung untuk menekan tingginya angka anak putus sekolah di daerah.

Berdasarkan hasil verifikasi Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), jumlah anak putus sekolah di Provinsi Lampung pada tahun ajaran 2024/2025 mencapai 20.354 siswa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.081 siswa berasal dari jenjang SD, 10.531 siswa jenjang SMP, dan 4.742 siswa jenjang SMA. Melalui Program PJJ, pemerintah berharap semakin banyak anak yang dapat kembali memperoleh haknya untuk mengenyam pendidikan hingga lulus sekolah menengah atas. (*)

Berita ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas edisi Kamis, 02 Juli 2026 dengan judul "Empat SMA Negeri di Lampung Jadi Induk Program Pembelajaran Jarak Jauh Gratis

Editor Didik Tri Putra Jaya