Logo

berdikari Advertorial

Rabu, 24 Juni 2026

Dari Pesantren untuk Negeri, Wabup Lampung Selatan Titip Misi Besar kepada Generasi Santri

Oleh ADMIN

Berita
Kegiatan Haflah Takharruj XXII Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin Tahun Pelajaran 2025/2026 di Aula Ponpes Ushuluddin, Kecamatan Penengahan, Selasa (23/6/2026). Foto: Ist.

Berdikari.co, Lampung Selatan - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan keagamaan dengan terus mendukung pengembangan pondok pesantren sebagai pusat pembentukan generasi unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia. Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, saat menghadiri Haflah Takharruj XXII Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin Tahun Pelajaran 2025/2026 di Aula Ponpes Ushuluddin, Kecamatan Penengahan, Selasa (23/6/2026).

Dukungan tersebut diberikan karena pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual. Dalam kegiatan itu, Syaiful didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan Wahidin Amin, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Martoni Sani, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Firmansyah.

Dalam sambutannya, Syaiful mengatakan haflah takharruj menjadi momentum penting yang menandai keberhasilan para santri menyelesaikan proses pendidikan sekaligus pembentukan karakter selama berada di lingkungan pesantren. Menurutnya, perjalanan para santri tidaklah mudah karena harus belajar hidup mandiri, disiplin, serta menempuh pendidikan agama dan umum dengan penuh kesungguhan.

"Selamat kepada seluruh santriwan dan santriwati. Keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja keras kalian, tetapi juga buah kesabaran orang tua, ketulusan para ustaz dan ustazah, serta dedikasi segenap keluarga besar pesantren," ujar Syaiful.

Ia menegaskan, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang mampu mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Karena itu, keberadaan pesantren menjadi benteng penting dalam membangun karakter sekaligus mencetak calon pemimpin masa depan.

"Di tengah banjir informasi, kita membutuhkan generasi yang cerdas sekaligus memiliki kekuatan moral dan spiritual. Santri adalah bagian penting masa depan bangsa. Dari pesantren lahir banyak tokoh yang berkontribusi besar bagi agama dan negara," tegasnya.

Syaiful juga berpesan kepada seluruh lulusan agar tidak berhenti menuntut ilmu serta terus mengembangkan kemampuan di jenjang pendidikan maupun pengabdian yang lebih tinggi. Menurutnya, kelulusan dari pesantren bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Haflah ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan yang lebih luas. Tetaplah rendah hati saat sukses, tegar saat menghadapi tantangan, dan jadilah teladan di mana pun berada. Bawalah nama baik almamater serta amalkan ilmu sebagai cahaya bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan," pesannya.

Pada kesempatan itu, Syaiful turut menyampaikan apresiasi kepada para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin. Ia menilai keberhasilan pendidikan merupakan hasil kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, termasuk di lingkungan pesantren, sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ia berharap Pondok Pesantren Terpadu Ushuluddin terus berkembang serta melahirkan lulusan yang mampu memberi manfaat bagi umat, daerah, dan bangsa Indonesia. (*)

Editor Erik Handoko