Berdikari.co,
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh pemerintah
daerah (Pemda) hingga kementerian/lembaga terkait untuk memperketat patroli
wilayah dan memetakan sumber air alternatif guna mengantisipasi ancaman ganda
kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala
Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta,
Selasa (23/6/2026), mengatakan kesiapsiagaan harus ditingkatkan seiring
masuknya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya di Pulau
Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
"Kami
meminta pemerintah daerah yang berada di kawasan rawan untuk segera
mengoptimalkan upaya konservasi air, menyiagakan armada distribusi air bersih,
serta memperkuat deteksi dini terhadap kemunculan titik panas," kata dia
dikutip dari Antara.
Terkait kedaruratan karhutla,
Abdul menegaskan penekanan utama mitigasi ditujukan pada komitmen bersama
dengan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan
perkebunan dengan cara dibakar.
Otoritas
daerah, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Damkar dan Manggala
Agni bersama pemangku kepentingan fungsional setempat juga diminta bersiap
menggerakkan sarana prasarana pemadaman secara cepat agar setiap letupan api
berskala kecil dapat langsung diredam sebelum meluas.
Pusat Pengendalian Operasi
BNPB menilai kesiapsiagaan ini krusial mengingat akumulasi lahan terbakar sejak
awal tahun hingga 22 Juni 2026 di Provinsi Riau telah menembus 15.220,34
hektare.
Sementara itu, wilayah
prioritas lain, seperti Kalimantan Tengah tercatat mengantongi luasan karhutla
sebesar 456,78 hektare, dengan tambahan titik api seluas 0,05 hektare di
Kotawaringin Timur dan 1,5 hektare di Sukamara.
Adapun
untuk wilayah Provinsi Sumatera Selatan, total luasan vegetasi yang terdampak
kebakaran sejak awal tahun hingga posisi 20 Juni 2026, berada di angka 305,39
hektare dan saat ini dilaporkan dalam kondisi terkendali.
"Untuk kekeringan di
Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masih menjadi wilayah yang memerlukan perhatian
selama bulan Juni. Sebanyak 1.986 KK atau 6.146 jiwa terdampak kekurangan air
bersih. Pada 22 Juni 2026, pemerintah daerah menyalurkan sembilan tangki air
bersih dengan total volume 45.000 liter kepada 207 KK atau 716 jiwa di
Kecamatan Kemalang," katanya. (*)

berdikari









