Berdikari.co, Lampung Timur - Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu dari dua korban yang hilang akibat tenggelamnya kapal nelayan KM Arof di perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur.
Korban bernama Suarna (45), warga Cirebon, Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, Deden Ridwansyah, mengatakan korban ditemukan pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB setelah tim menerima informasi dari nelayan yang melihat keberadaan korban di perairan sekitar Way Kambas.
"Kami menerima informasi dari nelayan terkait penemuan korban. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan menemukan korban sekitar satu mil dari bibir pantai Way Kambas," kata Deden, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, korban ditemukan mengapung di perairan dan selanjutnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Proses evakuasi berhasil dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. Jenazah kemudian dibawa menuju Kuala Penet dan tiba pada pukul 10.30 WIB sebelum dievakuasi ke Puskesmas Labuhan Maringgai untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya Suarna, tim SAR kini memusatkan pencarian terhadap satu korban lainnya yang masih dinyatakan hilang, yakni Tarno (50), nahkoda KM Arof yang juga berasal dari Cirebon, Jawa Barat.
Sebelumnya, kapal nelayan KM Arof dilaporkan tenggelam di perairan Muara Kuala Penet pada Sabtu (13/6/2026) setelah diterjang cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi.
Saat kejadian, terdapat enam orang di atas kapal. Empat anak buah kapal (ABK) berhasil selamat setelah mendapat pertolongan dari nelayan yang melintas di sekitar lokasi, sementara dua orang lainnya dilaporkan hilang dan langsung dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.
Hingga kini, operasi pencarian terhadap Tarno masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan menyisir perairan sekitar lokasi tenggelamnya kapal serta sejumlah wilayah pesisir yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya korban.
Basarnas berharap pencarian dapat segera membuahkan hasil sehingga seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi. (*)

berdikari









