Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 03 Juni 2026

Pendaftaran SMA Unggul Terkendala, Data Siswa Hilang dari Sistem

Oleh Sri

Berita
Operator Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Nurkayat. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur SMA Unggul Provinsi Lampung diwarnai keluhan dari sejumlah calon peserta didik. Mereka mengaku tidak dapat melanjutkan proses pendaftaran karena data siswa tidak muncul dalam sistem, meski telah memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid.

Kendala tersebut membuat sejumlah siswa terancam kehilangan kesempatan mendaftar ke sekolah tujuan jika tidak segera ditangani sebelum batas akhir pendaftaran.

Salah seorang wali murid, Rifki, mengaku kecewa setelah anaknya yang hendak mendaftar ke SMA Negeri 14 Bandar Lampung tidak dapat mengakses layanan pendaftaran karena NISN tidak terdeteksi dalam sistem.

"Sejak Selasa saya sudah mencoba mendaftarkan anak saya. Namun setelah data dimasukkan, muncul notifikasi bahwa data siswa tidak ditemukan karena NISN tidak terdeteksi," kata Rifki, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, seluruh data peserta didik dari sekolah asal telah lama diserahkan kepada pihak terkait sehingga seharusnya tidak ada kendala dalam proses pendaftaran.

Ia khawatir persoalan administrasi dan teknis tersebut justru merugikan siswa yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi SMA Unggul.

"Saya berharap persoalan ini segera diselesaikan. Jangan sampai anak-anak kehilangan kesempatan masuk sekolah negeri hanya karena masalah sistem," ujarnya.

Rifki juga meminta Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung berkoordinasi lebih intensif agar seluruh siswa yang terdampak tetap dapat mengikuti proses seleksi.

Menanggapi keluhan tersebut, Operator Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Nurkayat, menjelaskan bahwa persoalan bukan disebabkan keterlambatan penginputan NISN oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, seluruh lulusan SMP pada dasarnya telah memiliki NISN yang diterbitkan dan tervalidasi oleh pemerintah pusat. Namun dalam proses integrasi data ke sistem SPMB SMA Provinsi Lampung, masih terdapat sejumlah data yang belum berhasil masuk ke database.

"Hari ini memang ada beberapa siswa SMP yang ingin mendaftar ke SMA Unggul tetapi datanya belum tersedia di database. Ini bukan karena Dinas Pendidikan Kota terlambat menginput NISN. NISN siswa sudah tersedia dan valid dari pusat," jelas Nurkayat.

Ia mengatakan saat ini sedang dilakukan sinkronisasi ulang agar seluruh data peserta didik dapat terbaca oleh sistem pendaftaran SMA Unggul.

"Saat proses penarikan data, ada yang berhasil masuk dan ada yang belum. Sekarang sedang dilakukan sinkronisasi ulang agar data dari pusat dapat masuk ke sistem SPMB SMA Provinsi Lampung," katanya.

Nurkayat menambahkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung telah menyampaikan laporan dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.

Ia juga mengakui kasus serupa baru pertama kali terjadi dalam pelaksanaan SPMB SMA Unggul.

Bahkan, apabila proses sinkronisasi belum selesai hingga penutupan pendaftaran pada 5 Juni 2026, pemerintah tidak menutup kemungkinan akan mengambil kebijakan lanjutan untuk melindungi hak para calon peserta didik.

"Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh data siswa masuk ke sistem sehingga mereka tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan kendala tersebut terjadi karena masih ada sejumlah sekolah yang belum melakukan pembaruan atau aktivasi data peserta didik sehingga NISN siswa belum dapat terbaca dalam sistem.

"Ada beberapa sekolah yang datanya belum aktif sehingga perlu dilakukan pembaruan. Ini tidak terjadi di semua sekolah, hanya pada beberapa sekolah tertentu yang belum melakukan update data," kata Thomas.

Ia mengimbau para orang tua dan calon peserta didik yang mengalami kendala agar segera berkoordinasi dengan sekolah tujuan maupun sekolah asal untuk memperoleh pendampingan selama proses verifikasi data berlangsung.

"Silakan berkoordinasi dengan sekolah tujuan. Nanti akan dibantu dan diarahkan apabila saat pendaftaran NISN siswa belum muncul di sistem," ujarnya.

Saat ini Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota terus melakukan sinkronisasi data guna memastikan seluruh calon peserta didik dapat mengikuti proses SPMB SMA Unggul tanpa kehilangan hak untuk mendaftar akibat kendala administratif maupun teknis. (*)

Editor Sigit Pamungkas