Berdikari.co, Pringsewu - Pemerintah Provinsi Lampung kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Pringsewu. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melakukan groundbreaking pembangunan dan perbaikan ruas jalan di Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu, Kamis (21/5/2026).
Pembangunan tersebut mencakup tiga titik ruas jalan dengan total panjang penanganan mencapai 3,8 kilometer dan nilai anggaran sekitar Rp32,2 miliar.
Dalam kegiatan itu, Jihan didampingi Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila. Selain meninjau lokasi proyek, keduanya juga berdialog langsung dengan masyarakat dan aparatur pekon terkait kondisi jalan yang selama ini menjadi keluhan warga.
Jihan mengatakan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Lampung tetap berupaya memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
“Ini merupakan lanjutan pembangunan jalan di Pringsewu. Tahun 2025 lalu Pemprov Lampung juga telah melakukan perbaikan jalan di Pekon Rejosari,” kata Jihan.
Menurutnya, pembangunan jalan tidak hanya berfokus pada badan jalan semata, tetapi juga harus diiringi dengan perhatian terhadap sistem drainase dan irigasi di sekitar jalan.
Ia mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga saluran air dan kebersihan lingkungan demi menjaga kualitas jalan agar lebih awet.
“Musuh utama jalan aspal adalah air. Karena itu mari bersama-sama menjaga irigasi dan lingkungan agar pembangunan jalan ini bisa bertahan lama,” ujarnya.
Jihan mengungkapkan, saat ini persentase jalan rusak berat di Kabupaten Pringsewu tersisa sekitar 12 persen. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan seluruh ruas jalan rusak di wilayah tersebut dapat tertangani secara bertahap hingga 2029.
Ia menilai ruas jalan Pringsewu-Kalirejo memiliki peran strategis karena menjadi jalur penunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.
“Ruas jalan Pringsewu-Kalirejo merupakan penyangga utama roda perekonomian dan pendidikan yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan terdapat tiga ruas jalan yang masuk dalam program penanganan tahun 2026.
Ketiga ruas tersebut yakni Pringsewu-Kalirejo, Pringsewu-Pardasuka, dan Pardasuka-Sukamara.
Untuk ruas jalan Pringsewu-Kalirejo, perbaikan dilakukan sepanjang 2,7 kilometer dengan metode rigid pavement atau betonisasi. Proyek tersebut dikerjakan PT BLP KSO PT Nakata dengan masa kerja 180 hari dan anggaran sebesar Rp23,97 miliar.
Kemudian ruas jalan Pardasuka-Sukamara sepanjang 1 kilometer menggunakan metode flexible pavement yang dikerjakan CV Wira Bumi Perkasa selama 120 hari dengan anggaran Rp3,9 miliar.
Sedangkan ruas jalan Pringsewu-Pardasuka sepanjang 600 meter juga menggunakan rigid pavement dan dikerjakan CV Mahardika Abiyakta Sentosa selama 150 hari dengan nilai proyek Rp5,75 miliar.
“Total panjang penanganan jalan di tiga titik mencapai 3.800 meter dengan total anggaran sekitar Rp32,2 miliar,” jelas Taufiqullah.
Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila, mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut menjadi harapan besar bagi masyarakat karena akan mendukung kelancaran mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pembangunan ini adalah keberkahan bagi masyarakat Pringsewu. Mari bersama-sama kita jaga agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tandasnya. (*)

berdikari









