Berdikari.co, Lampung Selatan - Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Persada III mengalami gangguan mesin saat melayani lintasan Ciwandan, Banten menuju Pelabuhan Panjang, Lampung. Akibat gangguan tersebut, kapal sempat melakukan lego jangkar di perairan Laut Kalianda untuk menjalani perbaikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gangguan mulai terjadi pada Rabu (13/5/2026) saat kapal bertolak dari Pelabuhan Cigading sekitar pukul 04.15 WIB menuju Pelabuhan Panjang dengan estimasi tiba pukul 10.15 WIB.
Beberapa jam setelah berlayar, kapal dilaporkan mengalami penurunan kecepatan di area Tanjung Tua. Kru kapal kemudian melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap mesin.
Pada awalnya perbaikan sempat selesai dan kapal kembali melanjutkan pelayaran. Namun beberapa saat kemudian kapal kembali mengalami gangguan sehingga harus lego jangkar.
Kapal kembali mengalami penurunan kecepatan sekitar pukul 09.10 WIB di koordinat perairan Laut Kalianda, Lampung. Demi keselamatan pelayaran, nahkoda memutuskan melakukan lego jangkar sambil menunggu proses perbaikan mesin selesai.
Selama proses penanganan berlangsung, kondisi kapal dan seluruh kru dilaporkan dalam keadaan aman. Tidak ada insiden yang membahayakan penumpang maupun aktivitas pelayaran lain di sekitar lokasi.
Namun hingga Minggu malam (17/5/2026), ratusan penumpang tujuan Pelabuhan Panjang masih berada di atas kapal tanpa kepastian evakuasi maupun keberangkatan lanjutan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 175 penumpang yang terdiri dari sopir dan kernet masih tertahan di tengah laut setelah kapal mengalami gangguan teknis dan menjalani proses perbaikan.
Para sopir ekspedisi mengaku mengalami kerugian akibat keterlambatan pengiriman barang yang berpotensi menimbulkan sanksi dari perusahaan.
"Bagaimanapun saya harus bertanggung jawab terhadap barang yang saya bawa ke perusahaan. Tapi kondisi ini membuat kami sangat dirugikan,” keluh Dedi, seperti dikutip dari kupastuntas.co.
Penumpang lainnya, Herman Taufik Amrullah, juga mengaku kondisi di atas kapal semakin sulit karena belum adanya tindakan evakuasi yang jelas dari pihak terkait.
"Sampai sekarang belum ada tindakan yang jelas. Makanan juga sangat terbatas,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kupastuntas.co masih berupaya melakukan konfirmasi terkait kondisi terkini KMP Mutiara Persada III, termasuk memastikan apakah kapal masih lego jangkar di perairan Laut Kalianda atau telah selesai diperbaiki dan melanjutkan pelayaran. (*)

berdikari









