Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Jumat, 08 Mei 2026

Pemkot Bandar Lampung Gelontorkan Rp2,7 Miliar untuk Mobil Kepala Puskesmas

Oleh Sri

Berita
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat menyerahkan mobil dinas Kepala Puskesmas. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,7 miliar untuk penyediaan 31 unit mobil operasional bagi seluruh kepala puskesmas di kota tersebut. Kendaraan itu diserahkan langsung di halaman parkir Pemkot Bandar Lampung, Jumat (8/5/2026).

Mobil operasional jenis Toyota Avanza tipe G tersebut disiapkan untuk menunjang mobilitas kepala puskesmas dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, terutama percepatan penanganan tuberkulosis (TBC) dan stunting.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan, pemerintah kota terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan hingga tingkat puskesmas, termasuk melalui dukungan sarana operasional di lapangan.

“Harapan kita pelayanan puskesmas sudah baik. Ambulans di puskesmas ada dua, ada yang tiga. Harapannya masyarakat semua bisa dilayani dengan baik,” kata Eva.

Ia menjelaskan, saat ini Bandar Lampung mendapat perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan terkait penanganan TBC dan stunting. Karena itu, penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

“Sekarang kita dapat tugas dari Kementerian Kesehatan bahwa TBC dan stunting di Bandar Lampung harus menjadi contoh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan kendaraan operasional tersebut diperlukan agar kepala puskesmas dapat menjalankan koordinasi lintas wilayah tanpa mengganggu layanan ambulans maupun puskesmas keliling.

“Selama ini kepala puskesmas sering menggunakan mobil ambulans atau Pusling untuk koordinasi ke kecamatan, kelurahan maupun ke dinas. Dengan adanya kendaraan operasional ini, layanan Pusling tidak terganggu dan kinerja puskesmas bisa meningkat,” jelas Muhtadi.

Menurutnya, mobilitas kepala puskesmas sangat penting dalam mendukung pengawasan dan percepatan penanganan penyakit menular seperti TBC dan HIV, sekaligus upaya penurunan angka stunting di Bandar Lampung.

Muhtadi menambahkan, pengadaan 31 unit kendaraan tersebut menggunakan sistem sewa selama satu tahun dengan total anggaran Rp2,7 miliar. Seluruh biaya perawatan kendaraan ditanggung pihak ketiga, sementara pemerintah hanya menanggung kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

“Rp2,7 miliar untuk 31 unit mobil dan semua biaya perawatan ditanggung pihak ketiga. Pemerintah hanya menanggung BBM,” katanya.

Ia juga menegaskan, target eliminasi TBC di Bandar Lampung mengikuti target nasional pada tahun 2030 dengan harapan angka kasus dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. (*)


Editor Sigit Pamungkas