Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 06 Mei 2026

Kelulusan Siswa SMA-SMK di Lampung Nyaris 100 Persen

Oleh Siti Khoiriah

Berita
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung – Tingkat kelulusan siswa SMA dan SMK di Provinsi Lampung pada Tahun Ajaran 2025/2026 hampir menyentuh angka sempurna. Dari puluhan ribu peserta didik, hanya 51 siswa yang dinyatakan tidak lulus.

Pengumuman kelulusan telah dilakukan secara serentak pada Senin, 4 Mei 2026. Tingginya angka kelulusan ini dinilai sebagai indikator positif peningkatan kualitas pendidikan di Lampung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mengungkapkan, faktor utama ketidaklulusan siswa bukan berasal dari aspek akademik, melainkan persoalan non-akademik. Salah satu yang paling dominan adalah pernikahan dini.

“Angka kelulusan kita sangat tinggi, hampir 100 persen. Yang tidak lulus ini sebagian besar dipengaruhi faktor di luar akademik, seperti pernikahan dini,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya telah berupaya mendorong siswa agar tetap mengikuti ujian hingga tuntas. Namun, tidak semua siswa bersedia melanjutkan proses tersebut.

“Sudah kami dorong untuk tetap ikut ujian, tetapi ada yang memilih tidak melanjutkan. Untuk itu, kami arahkan mereka mengikuti pendidikan melalui PKBM agar tetap bisa menyelesaikan sekolah,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, berkomitmen menekan angka putus sekolah melalui berbagai jalur, termasuk pendidikan nonformal. Upaya ini diharapkan menjadi solusi bagi siswa yang terhambat menyelesaikan pendidikan di jalur formal.

Data menunjukkan, pada jenjang SMK, dari total 47.101 siswa, sebanyak 47.072 siswa dinyatakan lulus, sementara 29 siswa tidak lulus. Tingkat kelulusan SMK mencapai 99,94 persen.

Sementara itu, pada jenjang SMA, baik negeri maupun swasta, dari total 58.268 siswa, sebanyak 58.246 siswa lulus dan hanya 22 siswa tidak lulus. Persentase kelulusan SMA bahkan lebih tinggi, yakni 99,96 persen.

Meski jumlahnya relatif kecil, sebaran siswa yang tidak lulus tersebar di berbagai kabupaten/kota. Pada jenjang SMK, kasus terbanyak tercatat di Lampung Timur, disusul sejumlah daerah lain seperti Lampung Tengah, Lampung Selatan, hingga Bandar Lampung.

Sedangkan pada jenjang SMA, siswa tidak lulus juga tersebar di beberapa wilayah, dengan jumlah relatif lebih banyak di Lampung Tengah dibanding daerah lainnya.

Pemerintah berharap capaian kelulusan yang tinggi ini dapat terus dipertahankan, sekaligus diimbangi dengan penanganan persoalan sosial yang masih menjadi tantangan di kalangan pelajar.

“Dengan capaian ini, kita ingin kualitas pendidikan terus meningkat, tetapi persoalan sosial seperti pernikahan dini juga harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (*)


Editor Sigit Pamungkas