Berdikari.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan agar dana opsen pajak kendaraan bermotor yang diterima oleh pemerintah kabupaten/kota dapat diprioritaskan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.
Pada kesempatan tersebut Mirza mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Mesuji yang telah menggunakan hasil pembayaran pajak kendaraan masyarakat secara maksimal untuk pembangunan jalan.
"Saya apresiasi kepada Bupati Mesuji yang sudah menggunakan hasil pembayaran pajak kendaraan bermotor masyarakat untuk pembangunan infrastruktur. Bahkan saya lihat ada penambahan anggaran hingga miliaran rupiah," ujar Mirza saat dimintai keterangan, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, meskipun secara aturan dana opsen tidak diikat untuk penggunaan tertentu, namun secara prinsip dan kebutuhan masyarakat, dana tersebut seharusnya difokuskan untuk meningkatkan kualitas jalan.
"Opsen itu memang tidak diatur harus digunakan untuk apa, tetapi secara akal sehat, masyarakat membayar pajak kendaraan tentu berharap pelayanan jalan yang baik. Karena itu saya tekankan kepada para bupati, prioritaskan dana opsen untuk pembangunan jalan," tegasnya.
Mirza juga mengakui bahwa kebutuhan anggaran perbaikan jalan di Lampung masih sangat besar, mengingat masih banyak ruas jalan dalam kondisi rusak.
Oleh karena itu, ia mendorong agar pembiayaan tidak hanya bergantung pada dana opsen, tetapi juga didukung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta sumber pendapatan lainnya.
"Memang ini belum cukup karena memang jalan yang rusak sangat banyak. Tentunya ini harus bisa dibantu dengan APBD serta upaya peningkatan pendapatan-pendapatan lain," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Mesuji, Elfianah, mengungkapkan bahwa dana opsen yang tersedia saat ini masih belum mencukupi untuk menangani seluruh kerusakan jalan di wilayahnya.
"Kalau bicara cukup, tentu masih kurang. Jalan mantap di Kabupaten Mesuji baru sekitar 36 persen dari total 511 kilometer. Artinya masih ada sekitar 325 kilometer jalan yang harus ditangani," jelasnya.
Meski demikian, pihaknya terus mengoptimalkan penggunaan dana opsen, serta melakukan berbagai inovasi untuk mempercepat perbaikan jalan.
Salah satunya dengan memanfaatkan material disposal dari proyek jalan tol untuk menimbun jalan berlubang.
"Tahun lalu kami sudah menangani sekitar 13 kilometer jalan. Tahun ini ada 12 ruas yang sedang ditangani. Targetnya tentu sebanyak mungkin, dan setiap tahun kita akan terus berprogres karena ini menjadi prioritas utama," tambah Elfianah.
Pemerintah Kabupaten Mesuji menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara bertahap, seiring dengan dukungan anggaran dan inovasi yang dilakukan. (*)

berdikari









