Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 30 April 2026

Sidak Dapur MBG Pringsewu, Satgas Temukan IPAL Tak Layak dan Dapur Belum Kantongi SLHS

Oleh Manalu

Berita
Satgas MBG saat sidak ke dapur SPPG Pringsewu Utara. Foto: Ist

Berdikari.co, Pringsewu – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Pringsewu menemukan sejumlah persoalan serius saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (22/4/2026) lalu.

Salah satu lokasi yang disidak yakni dapur SPPG Pringsewu Utara di Jalan KH Gholib. Di lokasi ini, tim menemukan pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang tidak layak dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

Selain itu, dapur tersebut juga diketahui belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kondisi ruang pengemasan makanan yang dinilai kurang dingin turut menjadi perhatian, mengingat kapasitas produksi mencapai sekitar 2.400 porsi per hari.

Ketua Tim Satgas MBG, Eko Sumarmi, mengatakan sidak dilakukan secara maraton dengan membagi tim ke dalam tiga kelompok. Hasil temuan di lapangan akan dikumpulkan sebagai bahan evaluasi.

“Sidak dibagi tiga tim. Catatan dari masing-masing tim di lapangan akan dilaporkan untuk kemudian menjadi bahan evaluasi bersama,” kata Eko, Rabu (29/4/2026).

Menanggapi temuan tersebut, perwakilan dapur SPPG Pringsewu Utara, Yunandar, menjelaskan bahwa pengelolaan limbah dilakukan dengan penyedotan dari bak penampungan setiap satu minggu sekali. Sementara untuk SLHS, pihaknya menyebut masih dalam proses pengurusan.

Satgas MBG yang turun ke lapangan merupakan gabungan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Inspektorat, Dinas P3AP2KB, PUPR, Koperindag, Disdikbud, serta OPD lainnya.

Ke depan, Satgas berharap keberadaan SPPG tidak hanya memberikan manfaat bagi pihak tertentu, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Pringsewu. Hal itu diharapkan dapat terwujud melalui kemitraan dengan BUMDes dan koperasi, serta pemanfaatan produk UMKM dan hasil pertanian lokal. (*)


Editor Sigit Pamungkas