Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Selasa, 28 April 2026

Pemprov Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan Hadapi Kekeringan

Oleh Siti Khoiriah

Berita
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Ummihani. Foto: Dok.

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan kesiapan menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino pada 2026, khususnya di sektor pertanian.

Berbagai langkah strategis telah disiapkan, mulai dari penyediaan infrastruktur air hingga penggunaan benih unggul yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Ummihani, mengatakan bahwa kesiapan Lampung dalam menghadapi El Nino tahun ini jauh lebih baik.

"Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pembangunan dan optimalisasi irigasi perpompaan dan perpipaan, serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan)," katanya saat dimintai keterangan, Selasa (28/4/2026).

Hingga 2026, tercatat sebanyak 1.222 unit irigasi perpompaan telah tersedia dan siap dioperasikan. Infrastruktur tersebut tersebar di 14 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

"Irigasi perpompaan ini sudah dibangun sejak 2024 hingga 2025, sehingga diharapkan pada 2026 ini sudah dapat berfungsi optimal dalam mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian," jelasnya, seperti dikutip dari kupastuntas.co.

Meski demikian, Elvira mengakui bahwa tidak seluruh lahan pertanian dapat tercover, terutama lahan tadah hujan yang masih rentan terhadap kekeringan.

Selain penguatan infrastruktur, Pemprov Lampung juga mendorong penggunaan benih padi varietas genjah atau berumur pendek, yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan.

Lampung sendiri saat ini merupakan provinsi keempat terbesar produsen benih secara nasional, dengan banyak pelaku usaha perbenihan yang telah memproduksi varietas padi genjah dan tahan kekeringan.

"Varietas genjah ini menjadi salah satu solusi agar petani bisa tetap panen meski di tengah kondisi kekeringan," katanya.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan bantuan benih dari pusat, khususnya bagi petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Menurut Elvira, proses pengusulan bantuan tersebut dapat dilakukan dengan cepat, terutama untuk kondisi darurat seperti kekeringan.

"Di sisi lain, kekeringan juga berpotensi meningkatkan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), seperti wereng batang cokelat," jelasnya.

Untuk itu, pemerintah mendorong pengendalian hama secara ramah lingkungan atau hayati, seperti melalui metode gropyokan maupun penggunaan pestisida secara bijak.

Namun, Elvira mengakui bahwa ketersediaan sarana pengendalian hama saat ini masih terbatas dan belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan selama musim kemarau.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah kabupaten dan kota turut berperan aktif dalam menyediakan dukungan pengendalian hama di wilayah masing-masing.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan bantuan dari pusat dan provinsi, tetapi kabupaten/kota juga harus ikut berkontribusi," tegasnya.

Selain itu, Pemprov Lampung juga akan menggalakkan kampanye “Gerakan Selamatkan Pangan” sebagai upaya menjaga ketahanan pangan, mulai dari penanganan pascapanen hingga edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi pemborosan makanan.

Terkait bantuan benih gratis, Elvira menyebutkan bahwa kuota yang tersedia dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan petani, dengan dukungan yang cukup besar dari Kementerian Pertanian.

"Dengan berbagai langkah ini, Pemprov Lampung optimistis mampu meminimalkan dampak kekeringan dan menjaga stabilitas produksi pertanian di tengah ancaman El Nino 2026," pungkasnya. (*)

Editor Didik Tri Putra Jaya