Berdikari.co, Bandar Lampung - Proses pemilihan Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memasuki babak krusial. Dari lima kandidat yang bersaing, Senat ITERA resmi mengerucutkan tiga nama teratas setelah melalui tahapan pemaparan visi-misi, pendalaman tertutup, hingga pemungutan suara.
Ketua Senat ITERA, Sunarsih, mengungkapkan bahwa proses seleksi tidak sekadar menilai gagasan di atas kertas, tetapi juga menguji kesesuaian nilai, arah kepemimpinan, serta realistis atau tidaknya program kerja yang ditawarkan para kandidat.
"Yang kami nilai bukan hanya visi besar, tetapi juga keselarasan dengan nilai-nilai ITERA serta apakah program tersebut benar-benar bisa dieksekusi secara rasional,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, forum juga menggali aspek personal dan kepemimpinan melalui sesi tertutup. Dalam sesi ini, Senat mendalami berbagai hal krusial yang tidak bisa diuji secara terbuka.
"Kami mempertanyakan hal-hal yang memang tidak bisa disampaikan di ruang publik. Itu menjadi bagian penting dalam menilai kesiapan kandidat,” tambahnya, seperti dikutip dari kupastuntas.co.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor ITERA, Abdul Razak, menjelaskan bahwa seluruh anggota senat yang berjumlah 17 orang menggunakan hak pilihnya dalam proses penyaringan.
Hasilnya, tiga kandidat dengan suara tertinggi yang lolos ke tahap selanjutnya adalah :
- Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si. (31,37%)
- Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T. (21,57%)
- Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr. (17,65%)
Sementara dua kandidat lainnya, yakni Prof. Ismunandar, Ph.D., (15,69%) dan Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPU. (13,72%) harus terhenti di tahap ini.
Abdul Razak menegaskan bahwa proses berjalan transparan dan seluruh kandidat memiliki kapasitas yang mumpuni.
"Kelima kandidat ini sebenarnya sangat berpotensi, namun karena mekanisme mengharuskan seleksi, maka harus ada yang terpilih,” jelasnya.
Tahapan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026, di mana tiga nama tersebut akan dipilih menjadi satu rektor definitif. Dalam mekanisme pemilihan akhir, komposisi suara terdiri dari 65 persen milik Senat ITERA dan 35 persen dari Kementerian.
Rektor ITERA Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kandidat yang telah berpartisipasi dalam proses ini, sembari berharap kepemimpinan selanjutnya mampu melanjutkan program yang sudah berjalan dan menyempurnakan berbagai kekurangan.
“Semua kandidat punya potensi besar. Tinggal bagaimana ke depan, yang terpilih mampu melanjutkan dan memperbaiki apa yang belum optimal,” ujarnya.
Dengan mengerucutnya tiga besar, persaingan menuju kursi rektor ITERA dipastikan akan semakin ketat, terutama dalam meyakinkan pemangku kepentingan bahwa visi yang diusung tidak hanya ideal, tetapi juga dapat diwujudkan secara nyata. (*)

berdikari









