Berdikari.co, Tanggamus - Banjir kembali merendam kawasan Pasar Talangpadang, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Rabu (15/4/2026) sore. Air yang datang secara tiba-tiba tak hanya menggenangi lorong pasar, tetapi juga masuk ke dalam sejumlah toko milik pedagang.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.35 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Debit air yang tinggi diduga membuat saluran drainase tidak mampu menampung aliran, hingga akhirnya meluap ke area pasar.
Sejumlah pedagang dibuat panik karena tidak sempat menyelamatkan barang dagangan. Kondisi semakin merugikan lantaran sebagian toko sudah dalam keadaan tutup saat hujan mulai turun.
"Airnya cepat sekali naik. Tadi toko sudah ditutup, kunci dibawa bapak. Di dalam masih ada kasur, nota, dan barang-barang lain,” ujar seorang pedagang dengan nada cemas.
Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air merata di hampir seluruh bagian pasar, termasuk di dalam kios-kios. Air tampak mengalir dari saluran yang meluap dan membawa lumpur ke dalam area perdagangan.
Pedagang lainnya, Amran, mengatakan banjir di Pasar Talangpadang bukan kejadian baru. Ia menyebut, setiap hujan deras turun, kawasan pasar hampir selalu tergenang.
"Kalau hujan deras, pasti banjir. Kami jadi khawatir terus, apalagi kalau sudah tutup toko seperti ini,” kata Amran.
Keluhan serupa juga disampaikan warga sekitar. Mereka menilai sistem drainase di kawasan pasar tidak berfungsi optimal dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah.
“Harus ada penanganan serius. Saluran airnya perlu diperbaiki atau dinormalisasi. Kalau tidak, pedagang akan terus dirugikan,” ujar Parhan, warga setempat.
Hingga Rabu petang, air masih menggenangi sejumlah titik di dalam pasar. Belum ada data resmi terkait total kerugian, namun para pedagang memperkirakan kerusakan barang cukup besar akibat terendam.
Kejadian ini kembali menegaskan persoalan lama di Pasar Talangpadang, yakni buruknya sistem drainase yang belum mampu mengantisipasi curah hujan tinggi. Pedagang berharap ada langkah konkret agar banjir tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas ekonomi mereka. (*)

berdikari









