Berdikari.co, Metro - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 pada awal April ini, Rabu (8/4/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan ujian berjalan lancar, mulai dari kesiapan teknis, sarana prasarana, hingga objektivitas asesmen di masing-masing sekolah.
Pelaksanaan TKA tahun ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat perannya sebagai salah satu instrumen penting dalam mengukur capaian akademik siswa secara terstandar.
Berdasarkan jadwal yang dihimpun Kupastuntas.co, TKA jenjang SMP berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026, sementara untuk jenjang SD dijadwalkan pada 20 hingga 30 April 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, turun langsung ke sejumlah sekolah untuk memastikan tidak ada kendala signifikan selama pelaksanaan ujian berlangsung.
“Tadi kita sudah monitoring ke beberapa sekolah untuk pelaksanaan TKA yang dimulai hari ini dan kami melihat secara umum pelaksanaan TKA berjalan dengan baik. Support dari alat komputer dan jaringan itu cukup baik, dan anak-anak juga bisa melaksanakan kegiatan TKA-nya dengan cukup tertib,” kata dia saat dikonfirmasi usai monitoring TKA, Rabu (8/4/2026).
Dalam monitoring tersebut, Disdikbud mengunjungi setidaknya empat sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan TKA. Dari hasil pantauan di lapangan, seluruh sekolah dinilai telah memenuhi standar minimal pelaksanaan ujian berbasis komputer, baik dari sisi perangkat maupun kesiapan operator.
“Jadi secara umum kita lihat tadi ada empat sekolah yang sudah kita datangi, dan semuanya berjalan dengan baik,” tambahnya, seperti dikutip dari kupastuntas.co.
Meski demikian, Disdikbud juga menemukan kendala teknis di salah satu sekolah, khususnya terkait daya listrik yang kurang stabil. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak mengganggu jalannya ujian secara keseluruhan karena pihak sekolah segera melakukan langkah antisipatif.
“Kami temukan tadi ada satu sekolah yang melakukan backup daya listrik karena listriknya memang kurang bagus dan kurang mumpuni. Sehingga kita siasati dengan mengalihkan daya ke satu ruangan, sehingga ruangan lain yang tidak dipakai untuk TKA bisa lebih efisien penggunaan daya listriknya,” jelas Agus.
Ia menegaskan bahwa langkah cepat dan adaptif dari pihak sekolah menjadi kunci dalam menjaga kelancaran pelaksanaan TKA di tengah keterbatasan teknis yang ada. Menurutnya, kesiapan manajemen sekolah dalam menghadapi potensi gangguan menjadi indikator penting keberhasilan pelaksanaan ujian berbasis teknologi.
Secara umum, Disdikbud memastikan bahwa pelaksanaan TKA di Kota Metro berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
“Pada prinsipnya semua berjalan dengan lancar dan tertib,” tandasnya.
Sebagai informasi, hasil TKA digunakan sebagai validator nilai rapor, bahan pertimbangan dalam proses seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, hingga menjadi dasar penerbitan sertifikat resmi bagi peserta didik.
Dengan pengawasan langsung dari Disdikbud, diharapkan pelaksanaan TKA di Kota Metro tidak hanya berjalan lancar secara teknis, tetapi juga mampu menjaga integritas dan kredibilitas hasil ujian. Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki kualitas pelaksanaan asesmen pendidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu sumber daya manusia di daerah. (*)

berdikari









