Berdikari.co, Bandar Lampung – Gejolak geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak hingga ke pasar lokal. Di Bandar Lampung, harga berbagai jenis plastik dilaporkan melonjak signifikan, bahkan mencapai hingga 50 persen dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan harga ini dipicu oleh naiknya harga minyak mentah dunia, yang menjadi bahan baku utama produksi plastik. Kondisi tersebut berdampak langsung pada rantai distribusi, mulai dari pabrikan hingga pedagang eceran.
Pantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan lonjakan harga terjadi secara bertahap, namun konsisten. Salah satu pedagang plastik di Pasar Tamin, Nasrudin, mengaku kenaikan kali ini menjadi yang paling terasa selama puluhan tahun dirinya berjualan.
“Sejak puluhan tahun saya berjualan, baru kali ini kenaikan harga plastik sangat terasa akibat pengaruh konflik Iran dan Israel. Naiknya bertahap tapi terus-menerus dalam beberapa pekan ini,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per jenis. Bahkan, produk yang sebelumnya dijual seharga Rp10.000 kini naik menjadi Rp15.000.
Menurutnya, tidak semua jenis plastik mengalami kenaikan dengan persentase yang sama. Plastik pembungkus berukuran kecil yang banyak digunakan pelaku usaha mikro justru mengalami lonjakan paling tinggi, mencapai hingga 50 persen. Sementara jenis lainnya naik di kisaran 30 hingga 40 persen.
Lonjakan harga ini berdampak langsung pada daya beli konsumen. Banyak pembeli yang sebelumnya membeli dalam jumlah besar, kini mulai mengurangi volume pembelian.
“Saat harga mahal begini, pembeli jadi mengurangi jumlah pesanannya. Yang biasanya beli banyak, sekarang cuma beli sedikit. Akibatnya, omzet pendapatan kami menurun drastis,” kata Nasrudin.
Secara industri, plastik diproduksi dari polimer hasil olahan minyak mentah dan gas alam. Ketika konflik di kawasan Timur Tengah meningkat, distribusi minyak global terganggu sehingga harga ikut terdongkrak. Dampaknya merembet hingga ke biaya produksi plastik.
Para pedagang berharap situasi global segera mereda agar harga minyak kembali stabil. Dengan begitu, harga plastik di pasaran dapat kembali normal dan daya beli masyarakat pulih.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa dinamika global memiliki pengaruh langsung terhadap ekonomi lokal, termasuk pada sektor perdagangan kecil di daerah. (*)

berdikari









