Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Senin, 06 April 2026

Hilang Saat Sortir Ikan, Nelayan Asal Bandar Lampung Ditemukan Meninggal di Laut

Oleh Erik Handoko

Berita
Detik-detik evakuasi nelayan yang jatuh ke laut di Labuhan Maringgai Lampung Timur. Foto: Ist

Berdikari.co, Lampung Timur – Seorang nelayan bernama Selamet (50), warga Teluk Betung, Bandar Lampung, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan terjatuh dari kapal saat melaut di perairan Lampung Timur. Korban ditemukan pada Minggu (5/4/2026) malam, setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa bermula saat Kapal Ikan Wahana Kaya berangkat dari Pandeglang, Banten, pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB menuju perairan Lampung Timur untuk mencari ikan.

Keesokan harinya, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, korban bersama anak buah kapal (ABK) lainnya tengah menyortir hasil tangkapan di bagian depan kapal. Namun, dalam waktu singkat, korban tidak lagi terlihat dan diduga terjatuh ke laut tanpa diketahui rekan-rekannya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak Polairud Lampung Timur dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung.

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim begitu menerima laporan.

“Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue dari Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 32,32 mil laut,” jelas dia Rezie berdasarkan keterangannya yang diterima, Senin (6/4/2026).

Setibanya di lokasi pada Minggu pagi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, serta nelayan setempat langsung melakukan operasi pencarian.

Pencarian dibagi menjadi dua tim Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan kapal nelayan di titik koordinat sekitar lokasi awal kejadian, sementara SRU 2 menggunakan rigid inflatable boat (RIB) untuk memperluas area pencarian ke perairan yang lebih jauh.

Namun, proses pencarian sempat terkendala kondisi cuaca buruk.

“Namun, pencarian sempat dihentikan sementara pada sore hari akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat, disertai hujan dan gelombang laut,” ungkap dia.

Sekitar pukul 18.30 WIB, tim SAR menerima informasi dari kapal tugboat yang melintas bahwa korban terlihat mengapung sekitar 10 mil laut arah tenggara dari lokasi awal kejadian. Tim kemudian bergerak menuju titik tersebut dan berhasil mengevakuasi korban pada pukul 20.30 WIB.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Labuhan Maringgai,” jelasnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan pada pukul 21.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing. (*)


Editor Sigit Pamungkas