Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 12 Maret 2026

Taufiqullah: Pemprov Akan Bangun Jembatan Merah Putih, Target Selesai Semester Pertama Tahun 2026

Oleh Siti Khoiriah

Berita
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah. Foto: Ist.

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pembangunan jembatan di Kali Pasir, Sungai Batanghari, yang menghubungkan Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan sebagai solusi akses pendidikan, menyusul kondisi puluhan anak sekolah yang hingga kini harus menyeberangi sungai menggunakan rakit untuk berangkat dan pulang sekolah.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan pembangunan jembatan darurat dikoordinasikan bersama Panglima Kodam II/Sriwijaya sebagai bagian dari langkah penanganan cepat.

Menurutnya, keterlibatan TNI diperlukan karena kondisi lokasi yang berisiko tinggi serta membutuhkan penanganan lapangan yang cepat dan terukur.

“Alhamdulillah saat ini sudah diprioritaskan lewat pembangunan jembatan Merah Putih. Pak Gubernur langsung yang meminta ke Pangdam,” ujar Taufiqullah.Senin (2/2/2026)

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut membutuhkan anggaran besar dan tidak dapat dilakukan secara parsial.

Total biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp70 miliar agar jembatan memenuhi standar keselamatan dan kelayakan teknis.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sebenarnya telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut, namun keterbatasan fiskal daerah membuat proyek ini tidak dapat ditangani secara mandiri.

“Anggaran Rp70 miliar itu dibutuhkan untuk menyambung akses pendidikan bagi sekitar 90 pelajar di wilayah tersebut,” tambahnya.

Kondisi tersebut, lanjut Taufiqullah, menggugah perhatian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk mengambil alih koordinasi dan melibatkan pemerintah pusat.

Sejak awal menjabat, Pemprov Lampung telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat agar penanganan jembatan mendapat dukungan.

Menindaklanjuti hal itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melakukan survei teknis di lokasi. Hasil survei menyimpulkan bahwa jembatan tidak memungkinkan untuk diperbaiki sebagian.

Faktor risiko longsor dan keselamatan membuat opsi rehabilitasi dinilai tidak layak, sehingga solusi yang direkomendasikan adalah pembangunan ulang dari awal.

“Berbagai upaya sudah dilakukan Pak Gubernur sejak menjabat. Alhamdulillah, jembatan Merah Putih ini akan menjadi solusi. Ditargetkan selesai pada semester pertama 2026,” jelasnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses pembangunan yang saat ini sedang berjalan.

“Ini sudah menjadi prioritas utama. Kami mohon masyarakat bersabar karena ada tahapan dan proses birokrasi yang harus dilalui,” tutupnya. (*)

Editor Didik Tri Putra Jaya