Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 12 Maret 2026

Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran, Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Siapkan Rest Area hingga Diskon Tarif

Oleh Siti Khoiriah

Berita
Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung – Pengelola ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan untuk menghadapi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri tahun ini. Berbagai fasilitas dan skema pengaturan lalu lintas disiapkan guna memastikan perjalanan pemudik tetap lancar dan aman.

Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, mengatakan kondisi jalan tol saat ini dalam keadaan sangat baik dan siap dilalui oleh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.

"Dari kondisi jalan, perlu kami sampaikan bahwa kondisi jalan kita sangat mantap dan sangat siap untuk dilalui oleh masyarakat yang akan melakukan tradisi mudik maupun balik pada Lebaran Idul Fitri," ujarnya saat dimintai keterangan, Kamis (12/3/2026).

Selain memastikan kondisi jalan tetap prima, pengelola tol juga memperkuat layanan di gerbang tol untuk mengantisipasi antrean kendaraan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menambah mobile reader guna mempercepat transaksi pembayaran apabila terjadi kepadatan di gerbang tol.

Layanan pengisian saldo kartu uang elektronik juga diperkuat dengan menyediakan pos top up serta layanan mobile top up di sejumlah titik. Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu pengguna jalan yang mengalami kekurangan saldo saat melakukan transaksi di gerbang tol.

Untuk mendukung kenyamanan perjalanan pemudik, pengelola tol juga menyiapkan 12 rest area yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat selama perjalanan. Rest area tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat ibadah, toilet, serta area parkir yang memadai.

"Di rest area masyarakat bisa beristirahat, melakukan ibadah, maupun menggunakan fasilitas lainnya. Toilet juga kami pastikan siap berfungsi, termasuk suplai air bersih apabila terjadi kekurangan," jelasnya.

Selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran, pengelola tol juga menambah personel guna menjaga kebersihan serta meningkatkan keamanan di kawasan rest area.

Berdasarkan perkiraan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret dengan volume kendaraan yang melintas diperkirakan mencapai sekitar 44.500 kendaraan.

"Namun peningkatan lalu lintas sebenarnya sudah mulai terlihat sejak H-10, khususnya di Gerbang Tol Bakauheni Selatan yang mengalami kenaikan sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal," tuturnya.

Sementara itu, arus balik diperkirakan mencapai puncaknya pada H+2 Lebaran dengan jumlah kendaraan yang melintas diproyeksikan mencapai sekitar 57.500 kendaraan, atau meningkat sekitar 41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara nasional, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik tahun ini diperkirakan mencapai 193 juta orang. Dari jumlah tersebut, kendaraan yang diprediksi masuk ke ruas tol Bakauheni menuju wilayah Sumatera selama periode H-10 hingga H-1 diperkirakan mencapai sekitar 100.006 kendaraan.

Untuk membantu meringankan biaya perjalanan masyarakat, pengelola tol juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen bagi kendaraan yang menempuh jarak terjauh di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar.

"Diskon tersebut diberikan dalam dua periode, yakni pada 15–16 Maret untuk arus mudik, serta 26–27 Maret untuk arus balik," kata dia.

Selain itu, pengelola tol juga menyiapkan skema pengaturan lalu lintas jika terjadi kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan delay system atau sistem penundaan perjalanan di sejumlah rest area.

Empat rest area yang disiapkan sebagai kantong parkir dalam skema tersebut yakni Rest Area KM 20B, KM 49B, KM 67B, dan KM 87B. Namun kebijakan tersebut akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi lalu lintas menuju pelabuhan.

"Tidak serta-merta kita berlakukan delay system. Kita melihat kondisi di lapangan. Tahun lalu hanya rest area 20B yang dimanfaatkan untuk delay system, sementara yang lainnya hanya digunakan untuk screening tiket," jelasnya.

Di sisi lain, pengelola tol juga mengidentifikasi sejumlah titik yang rawan kecelakaan di ruas tol tersebut, di antaranya di KM 122, KM 40, serta ruas yang mendekati kawasan Bakauheni.

Menurut Wayan, kecelakaan kerap terjadi di jalur B karena pengemudi cenderung memacu kendaraan lebih cepat untuk mengejar waktu keberangkatan kapal di Pelabuhan Bakauheni.

"Biasanya pengemudi mengejar waktu untuk bisa masuk ke kapal, sehingga memacu kendaraan lebih cepat. Ini yang perlu diantisipasi oleh pengguna jalan," ujarnya.

Ia pun mengimbau para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan dengan menjaga kecepatan kendaraan, memanfaatkan rest area untuk beristirahat, serta memastikan saldo kartu elektronik cukup sebelum memasuki jalan tol. (*)


Editor Sigit Pamungkas