Berdikari.co, Bandar Lampung - Anggota Komisi III DPR RI Sudin, S.E., kembali menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Lengkung Langit, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari unsur tokoh masyarakat, pemuda, serta warga dari berbagai wilayah di Kota Bandar Lampung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung Kostiana dan Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Wiyadi.
Dalam sambutannya, Sudin menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan bagian dari upaya menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika sosial dan perkembangan zaman.
Ia menjelaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara menjadi pedoman utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
"Pancasila mengajarkan nilai gotong royong, keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan. Nilai-nilai ini harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari agar Indonesia tetap kuat dan bersatu,” kata Sudin.
Menurutnya, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan juga penting untuk menangkal berbagai paham yang dapat merongrong persatuan bangsa.
Narasumber kegiatan Ustadz Suparman Abdul Karim menambahkan bahwa tantangan kebangsaan saat ini salah satunya muncul dari berkembangnya paham intoleransi yang mencoba memecah belah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa agama dan negara tidak perlu dipertentangkan, karena keduanya justru saling memperkuat dalam membangun kehidupan yang damai dan berkeadilan.
"Sebagai umat beragama kita diajarkan untuk mencintai tanah air, menjaga persaudaraan, dan hidup berdampingan secara damai dengan sesama,” ujarnya.
Suparman juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh kelompok yang menyebarkan kebencian atau memecah belah bangsa.
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar tersebut berlangsung dengan suasana dialogis, di mana peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan kebangsaan yang dihadapi masyarakat saat ini. (*)

berdikari









