Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Senin, 09 Maret 2026

Jembatan di Pekon Sirna Galih Tanggamus Putus Diterjang Banjir, Aparat dan Warga Bangun Akses Darurat

Oleh Sayuti

Berita
Tampak mobil harus ekstra hati-hati saat melewati jembatan darurat yang dibangun warga bersama aparat. Foto: Ist

Berdikari.co, Tanggamus - Banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, menyebabkan sebuah jembatan penghubung jalur lintas provinsi putus pada Minggu (8/3/2026). Kerusakan tersebut sempat membuat akses transportasi antara Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat terhenti.

Jembatan yang berada di Dusun Pusaka Jaya, Pekon Sirna Galih itu rusak setelah arus sungai meluap akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari.

Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin mengatakan, tingginya curah hujan menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga menggerus bagian pondasi jembatan.

“Pondasi jembatan terkikis arus sungai hingga badan jembatan terputus sekitar tiga meter,” kata Suamin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, Senin (9/3/2026).

Putusnya jembatan tersebut membuat kendaraan tidak dapat melintas untuk sementara waktu. Padahal jalur itu merupakan akses penting yang menghubungkan Kabupaten Tanggamus dengan Lampung Barat.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, aparat kepolisian bersama personel TNI dan warga setempat langsung melakukan gotong royong membangun jembatan darurat pada malam hari agar akses masyarakat dapat kembali dibuka.

Upaya tersebut akhirnya memungkinkan kendaraan kecil melintas. Namun kendaraan berukuran besar seperti truk masih belum diperbolehkan melewati jembatan sementara tersebut hingga perbaikan permanen dilakukan.

Selain merusak jembatan di Pekon Sirna Galih, banjir juga berdampak di beberapa titik lain di wilayah Ulubelu. Luapan Sungai Ulu Semong sempat menggenangi jalan lintas Pekon Ulu Semong sepanjang sekitar 50 meter dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter.

Genangan air tersebut sempat menghambat aktivitas warga yang melintas di jalur tersebut. Namun setelah debit air mulai surut, kendaraan kembali dapat melintas secara normal.

Sementara itu di Dusun Batu Kapal, Pekon Way Harong, Kecamatan Air Naningan, luapan Sungai Way Harong juga sempat merendam jembatan setempat sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Arus banjir yang cukup deras bahkan menghantam pagar besi jembatan setelah terbawa material kayu dari hulu sungai.

Pihak kepolisian menyebutkan kondisi air di sejumlah lokasi kini telah berangsur surut dan arus lalu lintas kembali berjalan normal. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir maupun tanah longsor mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi. (*)

Editor Sigit Pamungkas