Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Minggu, 08 Maret 2026

Banjir Terjang Empat Kecamatan di Lampung Selatan, Jati Agung Paling Terdampak

Oleh Siti Khoiriah

Berita
Petugas BPBD Lampung Selatan saat akan mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir. Foto: Ist

Berdikari.co, Bandar Lampung - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Lampung pada Jumat (6/3/2026) memicu banjir di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Lampung Selatan. Bencana tersebut merendam permukiman warga di empat kecamatan dan menyebabkan ratusan kepala keluarga terdampak.

Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Kondisi itu membuat sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga.

"Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi pada Jum'at kemarin menyebabkan banjir di Bandar Lampung dan juga Lampung Selatan," kata Wahyu saat dimintai keterangan, Minggu (8/3/2026).

Berdasarkan data sementara BPBD Lampung Selatan, banjir paling banyak berdampak di Kecamatan Jati Agung. Tercatat tujuh desa terdampak dengan total 665 kepala keluarga atau sekitar 1.885 jiwa.

Rinciannya, Desa Gedung Harapan sebanyak 165 KK atau 498 jiwa, Desa Marga Agung 119 KK atau 358 jiwa, Desa Margo Lestari 34 KK atau 110 jiwa, Desa Karang Sari 107 KK atau 208 jiwa, Desa Way Hui 198 KK atau 594 jiwa, Desa Jati Mulyo 19 KK atau 70 jiwa, serta Desa Fajar Baru 13 KK atau 47 jiwa.

"Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak banjir di Kecamatan Jati Agung mencapai 665 KK dengan total 1.885 jiwa. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa di wilayah tersebut," jelasnya.

Sementara itu di Kecamatan Tanjung Sari, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Galih. Tanggul tersebut dilaporkan jebol di dua titik, yakni di Desa Malang Sari dan Desa Kertosari.

"Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 38 KK di Desa Kertosari terdampak banjir," jelasnya.

Di Kecamatan Natar, banjir juga merendam dua desa yakni Desa Hajimena dengan 42 KK terdampak dan Desa Sidosari sebanyak 101 KK terdampak. Dengan demikian, total warga terdampak di kecamatan ini mencapai 143 kepala keluarga.

Sedangkan di Kecamatan Tanjung Bintang, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Lematang yang merendam tiga desa, yaitu Desa Lematang sebanyak 32 KK, Desa Way Galih 47 KK, dan Desa Sabah Balau 14 KK. Selain permukiman warga, satu unit kantor UPT Pertanian juga dilaporkan ikut terdampak banjir.

"Total warga terdampak di Kecamatan Tanjung Bintang mencapai 93 KK. Selain itu, satu unit kantor UPT Pertanian juga dilaporkan ikut terdampak banjir," kata dia.

Dalam peristiwa tersebut juga terjadi musibah seorang anak yang tenggelam setelah terseret arus deras di Desa Kali Asin. Korban dilaporkan meninggal dunia.

Secara keseluruhan, banjir di Kabupaten Lampung Selatan berdampak pada empat kecamatan dengan total 939 kepala keluarga terdampak serta satu korban jiwa meninggal dunia. (*)

Editor Sigit Pamungkas