Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai memproses tender sejumlah proyek perbaikan jalan yang akan didanai melalui pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun.
Saat ini, proses pengadaan telah memasuki tahap tender dan ditargetkan pemenangnya diumumkan pada akhir Maret 2026.
Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Budi Setiawan, mengatakan proyek perbaikan jalan yang bersumber dari dana pinjaman daerah saat ini masih dalam proses tender dan belum ada paket yang selesai.
"Rencana perbaikan jalan menggunakan dana pinjaman daerah itu sudah mulai proses tender. Pengumuman tendernya tanggal 24 Februari. Estimasi pengumuman pemenangnya tanggal 31 Maret," kata Budi, seperti dikutip dari kupastuntas.co, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, setelah pemenang tender diumumkan, pekerjaan fisik ditargetkan dapat dimulai pada awal April 2026.
"Kalau pengumuman pemenang 31 Maret, maka masa pelaksanaan pekerjaan bisa dimulai 1 April. Masa pelaksanaan pekerjaan itu rata-rata antara 120 hari sampai 270 hari kalender. Jadi secara waktu masih cukup," ujarnya.
Budi menambahkan, proses pengadaan proyek tersebut sepenuhnya dilakukan melalui sistem pengadaan secara elektronik agar lebih transparan.
"Sekarang semuanya sudah melalui sistem pengadaan secara elektronik. Mulai dari pengumuman, pemasukan penawaran, hingga evaluasi semuanya tercatat di sistem. Tidak ada proses di luar sistem, sehingga lebih terbuka," jelasnya.
Secara keseluruhan, hingga saat ini tender proyek yang telah berjalan baru berasal dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung.
Total terdapat 94 paket pekerjaan yang menggunakan metode pengadaan tender, baik untuk pekerjaan konstruksi, jasa lainnya maupun konsultansi seleksi.
"Nilai keseluruhan dari paket tersebut mencapai sekitar Rp1,41 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 paket telah selesai proses tender, sementara 69 paket lainnya masih dalam tahap proses," tuturnya.
Selain Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya juga tengah menyiapkan proses tender.
Saat ini beberapa OPD masih berada pada tahap pengajuan dan review dokumen kontrak sebelum masuk ke tahap pengumuman tender.
"Kalau sudah masuk pengumuman berarti sudah masuk proses tender. Sekarang sebagian masih dalam tahap review dokumen," katanya.
Salah satu OPD yang telah mengajukan proses pengadaan adalah Dinas Sumber Daya Air (SDA), namun masih dalam tahap penelaahan dokumen dan belum masuk tahap pengumuman tender.
Adapun sejumlah ruas jalan yang masuk dalam paket pekerjaan dengan dana pinjaman tersebut diantaranya :
- Jalan Wates - Metro di Kabupaten Lampung Tengah senilai sekitar Rp15 miliar
- Preservasi Jalan Simpang Teluk Kiluan - Simpang Umbar di Kabupaten Tanggamus senilai sekitar Rp25 miliar.
- Preservasi Jalan Kalirejo - Pringsewu di Kabupaten Pringsewu senilai Rp25 miliar
- Preservasi Jalan Simpang Umbar - Putih Doh di Kabupaten Tanggamus senilai Rp25 miliar
- Preservasi Jalan Padang Ratu - Pekurun Udik di Kabupaten Lampung Tengah senilai sekitar Rp40 miliar
- Preservasi Jalan Jabung - Simpang Labuhan Maringgai di Kabupaten Lampung Timur senilai sekitar Rp40 miliar
- Preservasi Jalan Suoh - Simpang Blok 9 di Kabupaten Lampung Barat senilai Rp40 miliar
- Pelebaran Jalan Lempasing - Padang Cermin di Kabupaten Pesawaran senilai sekitar Rp44 miliar.
- Preservasi Jalan Kasui - Air Ringkih di Kabupaten Way Kanan senilai Rp55 miliar
- Pelebaran Jalan R.E. Martadinata di Kota Bandar Lampung senilai sekitar Rp56 miliar
- Preservasi Jalan Kalirejo - Bangunrejo di Kabupaten Lampung Tengah senilai sekitar Rp60 miliar
- Preservasi Jalan Gedong Aji - Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang senilai sekitar Rp65 miliar
- Preservasi Jalan Padang Ratu - Kalirejo di Kabupaten Lampung Tengah senilai sekitar Rp70 miliar
- Preservasi Jalan Gedong Aji - Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang senilai Rp70 miliar.
- Preservasi Jalan Tegal Mukti - Tajab di Kabupaten Way Kanan senilai Rp70 miliar
- Pelebaran penambahan jalur jalan Simpang Korpri - Purwotani di Kabupaten Lampung Selatan senilai sekitar Rp100 miliar
- Preservasi Jalan Bandar Jaya - Simpang Mandala di Kabupaten Lampung Tengah senilai Rp100 miliar
- Preservasi Jalan Brabasan - Wiralaga di Kabupaten Mesuji senilai sekitar Rp100 miliar. (*)

berdikari









