Berdikari.co, Lampung Barat - Bupati Lampung Barat, Parosil
Mabsus, meminta Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mampu membaca waktu dan
menggunakan strategi yang tepat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar data
yang dihimpun benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat.
Permintaan itu disampaikan Parosil Mabsus saat menerima audiensi
jajaran yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS, Tambat Sahrial.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Bupati Lampung Barat, Senin (23/2/2026).
Menurut Parosil, sensus ekonomi merupakan program strategis yang
hasilnya akan menjadi rujukan utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Oleh
karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menegaskan komitmennya untuk
mendukung penuh pelaksanaan sensus tersebut.
Ia menekankan pentingnya objektivitas dalam proses pendataan.
Parosil berharap hasil sensus nantinya mampu menampilkan grafik pertumbuhan
ekonomi yang menggembirakan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
“Saya sangat berharap pihak BPS dapat melaksanakan sensus secara
objektif, sehingga hasilnya benar-benar menunjukkan kondisi ekonomi Lampung
Barat yang sesungguhnya,” ujar Parosil, seperti dikutip dari kupastuntas.co.
Parosil mengingatkan agar hasil sensus ekonomi yang dilakukan
setiap 10 tahun sekali tidak justru menunjukkan grafik stagnan atau menurun.
Menurutnya, kondisi perekonomian Lampung Barat saat ini menunjukkan tren
peningkatan.
Ia menilai, jika hasil sensus tidak sejalan dengan kondisi riil,
maka perlu dilakukan evaluasi terhadap proses pendataannya. Salah satu faktor
yang berpotensi memengaruhi akurasi data adalah kurangnya sosialisasi kepada
masyarakat.
Selain itu, Parosil juga menyoroti strategi petugas sensus di
lapangan. Ia menilai pendekatan yang kurang tepat dapat membuat masyarakat
tidak memahami tujuan pendataan, sehingga data yang diberikan tidak akurat.
“Petugas sensus harus bisa melihat waktu. Jangan sampai
melakukan pendataan saat masyarakat sedang sibuk, karena itu akan memengaruhi
kualitas data yang disampaikan,” tegasnya.
Ia berharap, petugas sensus mampu memilih waktu yang tepat agar
masyarakat dapat memberikan informasi secara lengkap dan jujur. Dengan
demikian, hasil statistik yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi
nyata.
Parosil menambahkan, hasil sensus ekonomi yang akurat sangat
penting sebagai bahan rujukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan
pembangunan. Data tersebut juga akan menjadi acuan bagi pemerintah provinsi.
“Saya berharap hasil sensus ekonomi ini nantinya memaparkan data
yang menggembirakan dan bisa menjadi pijakan dalam menentukan arah kebijakan
pembangunan,” tutup Parosil.
Sementara itu, Plt Kepala BPS Lampung Barat, Tambat Sahrial,
menjelaskan bahwa sensus ekonomi merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan
setiap 10 tahun sekali sesuai amanat undang-undang.
Ia menyebutkan, Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan secara
serentak di seluruh Indonesia. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung pada Mei
hingga Juli 2026 mendatang.
Dalam pelaksanaannya, BPS akan menggunakan beberapa moda
pendataan. Metode yang digunakan meliputi pendataan berbasis web, aplikasi
Android, serta metode konvensional menggunakan kertas dan pensil.
Tambat menegaskan, keberhasilan sensus ekonomi tidak hanya
bergantung pada BPS semata. Dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah
serta seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.
Ia berharap adanya sinergi yang kuat antara BPS, pemerintah
daerah, dan masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci utama
untuk menghasilkan data sensus yang akurat dan berkualitas.
Dengan dukungan semua pihak, Tambat optimistis Sensus Ekonomi
2026 di Lampung Barat dapat berjalan lancar. Ia berharap hasil sensus nantinya
mampu memberikan gambaran utuh mengenai kondisi perekonomian daerah secara
komprehensif. (*)

berdikari









