Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Senin, 23 Februari 2026

Dinas Perhubungan Ramp Check 500 Bus AKDP H-20 Lebaran

Oleh ADMIN

Berita
Kepala Dishub Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung akan melakukan ramp check terhadap sekitar 400 hingga 500 bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mulai H-20 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh armada laik jalan dan aman melayani angkutan Lebaran.

Kepala Dishub Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan pelaksanaan ramp check saat ini masih dalam tahap persiapan, termasuk penyusunan jadwal serta penyiapan personel pemeriksa.

“Untuk ramp check masih tahap persiapan. Biasanya kita mulai H-20 Lebaran. Sementara untuk moda lain seperti penyeberangan, udara, dan kereta api, pemeriksaan sudah mulai dilakukan,” kata Bambang, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan, jumlah armada bus AKDP yang akan diperiksa diperkirakan mencapai 400 hingga 500 unit yang beroperasi di wilayah Lampung. Pemeriksaan akan dilakukan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

“Perkiraan kendaraan AKDP di Lampung sekitar 400 sampai 500 unit. Nanti kita cek satu per satu bersama BPTD,” ujarnya.

Pelaksanaan ramp check akan dipusatkan di sejumlah terminal utama, seperti Terminal Rajabasa di Bandar Lampung dan Terminal Mulyojati di Kota Metro. Selain itu, petugas juga akan melakukan pemeriksaan langsung ke perusahaan otobus (PO) atau pool kendaraan melalui sistem jemput bola.

“Dari awal kita ingin mengetahui kendaraan mana yang belum laik jalan. Kita minta segera diperbaiki. Jika tidak memenuhi ketentuan, tentu akan diberikan tindakan,” tegasnya.

Bambang menerangkan, pemeriksaan kelayakan kendaraan mencakup dua aspek utama, yakni administrasi dan teknis. Kelayakan administrasi meliputi kelengkapan dokumen seperti SIM pengemudi, STNK, dan izin trayek. Sementara kelayakan teknis berkaitan dengan kondisi fisik kendaraan, termasuk kepemilikan buku uji berkala atau KIR.

Menurutnya, pada pemeriksaan sebelumnya masih ditemukan sejumlah kendaraan yang terkendala administrasi, terutama pajak kendaraan. Namun, dengan adanya program pemutihan pajak, diharapkan kondisi administrasi armada angkutan Lebaran tahun ini lebih baik.

“Harapannya dengan program pemutihan, pajak kendaraan sudah aktif sehingga syarat laik administrasi dan laik teknis dapat terpenuhi,” katanya.

Ia menambahkan, temuan kendaraan tidak laik jalan umumnya disebabkan persoalan teknis ringan, seperti kondisi ban yang aus, lampu tidak berfungsi, hingga wiper yang rusak.

“Biasanya hanya masalah kecil, seperti ban harus diganti atau lampu tidak berfungsi. Itu sifatnya teguran. Setelah diperbaiki, kendaraan bisa dinyatakan layak dan kembali beroperasi,” pungkasnya.

Ramp check atau ramp inspection merupakan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan teknis dan administratif kendaraan angkutan umum guna menjamin keselamatan dan keamanan penumpang. Pemeriksaan meliputi pengecekan fisik kendaraan, seperti ban, rem, dan lampu, serta kelengkapan dokumen kendaraan, termasuk KIR, STNK, dan izin trayek.

Dishub Provinsi Lampung menyebut dua dermaga eksekutif di Pelabuhan Bakauheni akan beroperasi untuk melayani penyeberangan lintas Jawa-Sumatera guna mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2026.

"Persiapan sarana dan prasarana dermaga serta penyeberangan Merak-Bakauheni terus dilaksanakan menjelang Angkutan Lebaran 2026. Operasional dua dermaga yang melayani kapal ekspres sudah dilakukan sejak Desember 2025 kemarin," kata Bambang.

Bambang mengatakan, total dermaga yang ada di Pelabuhan Bakauheni untuk melayani lintas Merak-Bakauheni ada sebanyak tujuh dermaga yakni dua dermaga eksekutif serta lima dermaga reguler.

"Dengan adanya dermaga eksekutif I dan II, waktu keberangkatan kapal pada pelayanan dermaga eksekutif yang sebelumnya setiap satu jam sekali, sekarang menjadi 30 menit sekali. Ini bisa membantu memperlancar pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 nanti," katanya.

Bambang juga memaparkan total armada kapal yang tersedia mencapai 75 unit, dengan rincian di Pelabuhan Bakauheni-Merak 64 kapal, di Pelabuhan Ciwandan terdapat empat kapal dan Bandar Bakau Jaya (BBJ) ada enam kapal.

"Adapun armada kapal yang disiagakan ada 11 kapal. Lalu ada lima kapal baru dari total 66 kapal," jelasnya.

Kemudian layanan baru di dermaga eksekutif II ada sembilan kapal yang siap melayani, dermaga eksekutif I ada enam kapal, dan dermaga reguler ada 51 kapal, yang seluruhnya operasional untuk meningkatkan frekuensi penyeberangan.

"Terdapat pula dua kolam dermaga baru pada Pelabuhan PT Sumur Makmur Abadi, sehingga dapat menambah produksi. Dan untuk kapasitas parkir pelabuhan mencapai 5.738 unit kendaraan kecil atau 326 unit kendaraan roda empat, sehingga angkutan penyeberangan telah siap karena ada penambahan frekuensi penyeberangan dan produksi yang meningkat," imbuhnya. (*)

Editor Sigit Pamungkas