Berdikari.co, Bandar Lampung - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung tetap berjalan selama bulan Ramadan. Mekanisme pembagian dan jenis menu disesuaikan agar makanan tetap layak dikonsumsi saat berbuka puasa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tertinggal (PMDT) Provinsi Lampung sekaligus Ketua Satgas MBG Lampung, Saipul, mengatakan pembagian MBG selama Ramadan dilakukan pada siang hari.
"Iya, tetap dibagikan. Pembagiannya antara pukul 12.00 sampai 13.00 WIB. Makanannya memang bersifat basah, tetapi tetap diupayakan bisa bertahan sampai magrib,” kata Saipul, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, berbeda dengan hari biasa yang dibagikan pagi menjelang makan siang, selama Ramadan makanan disalurkan saat jam sekolah berlangsung, khususnya bagi sekolah yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
"Pembagiannya siang hari, tidak lagi pagi. Itu dibagikan di sekolah yang masih aktif belajar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarame 1, Qalbina Rifka, menyampaikan pihak dapur tengah melakukan penyesuaian menu agar lebih ringan, namun tetap memenuhi standar gizi serta mampu bertahan hingga waktu berbuka.
"Kami mencoba memilih menu yang bisa bertahan sampai magrib dan tetap dalam kondisi baik saat diterima untuk berbuka puasa,” ujarnya.
Ia mengatakan, sesuai ketentuan dari pusat, dalam satu paket MBG biasanya berisi susu, telur, buah, dan roti. Namun, pihak dapur diberikan ruang untuk berkreasi menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Roti bisa kami olah menjadi sumber karbohidrat lain, misalnya lemper ayam dengan versi yang lebih awet. Bisa juga divakum atau diolah kembali agar lebih tahan lama,” katanya.
Qalbina menambahkan, waktu pembagian masih dalam tahap koordinasi dengan pihak sekolah. Hal tersebut dilakukan karena jadwal masuk dan pulang sekolah selama Ramadan belum seluruhnya dikonfirmasi.
"Kami masih berkoordinasi. Setelah sekolah mengkonfirmasi jam masuk dan pulang, dapur dapat menentukan jadwal memasak, pengemasan, dan distribusi. Jadi, kami menyesuaikan agar makanan tetap segar dan kualitasnya terjaga,” ujarnya.
Untuk menu tertentu seperti sop buah atau makanan berbahan dasar santan dan sayur, kemungkinan proses memasak dilakukan mendekati waktu distribusi agar tetap layak dikonsumsi pada sore hari.
Selain siswa, distribusi MBG juga menyasar ibu hamil dan balita. Namun, mekanisme pembagiannya akan disesuaikan dengan waktu yang paling memungkinkan agar tidak mengganggu aktivitas sekolah maupun penerima manfaat.
"Kami tidak memaksakan dari dapur harus pada jam tertentu. Semua disesuaikan agar sekolah tidak terbebani dan makanan yang disalurkan tetap segar serta aman dikonsumsi,” pungkasnya. (*)
Berita ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas edisi Jumat 20 Februari 2026 dengan judul “Saipul: Selama Puasa MBG Disalurkan Pukul 12.00 dan Layak Konsumsi hingga Magrib”

berdikari









