Berdikari.co, Lampung Selatan - Anggota Komisi III DPR RI, Sudin, S.E., melaksanakan kunjungan daerah pemilihan (Kundapil) di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut didampingi Tenaga Ahli DPR RI Donald Harris Sihotang dan Heri Agustiawan, Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Taman, Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan Merik Havit, serta perangkat desa dan unsur keamanan, yakni Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kecamatan Sragi.
Dalam kunjungan itu, Sudin menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial yang kian kompleks, mulai dari bahaya narkoba, maraknya pinjaman online ilegal, hingga judi online.
Ia menegaskan bahwa pembangunan manusia seutuhnya tidak dapat dilepaskan dari pembentukan moral dan karakter yang kuat.
"Pembangunan tidak hanya berbicara soal fisik dan ekonomi, tetapi juga tentang moral dan karakter. Tanpa fondasi tersebut, masyarakat akan mudah rapuh dan terjebak dalam persoalan-persoalan sosial yang merusak,” ujar Sudin.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat hubungan sosial dan kehidupan bertetangga di lingkungan masyarakat.
"Kehidupan bertetangga harus dijaga dengan baik. Ketika kita menghadapi kesulitan, sering kali tetangga adalah orang pertama yang datang menolong. Karena itu, mari kita rawat hubungan sosial dengan saling menghormati dan saling tolong-menolong,” katanya, seperti dikutip dari kupastuntas.co.
Lebih lanjut, Sudin menegaskan bahwa ketahanan keluarga dan kepedulian sosial harus menjadi perhatian bersama.
"Ancaman narkoba, Pinjol, dan judi online bisa merusak siapa saja. Jika kita saling peduli dan saling mengingatkan, lingkungan yang rukun dan kompak akan menjadi perisai pertama dalam melindungi generasi kita,” tambahnya.
Sebagai penutup, Sudin juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang tidak kalah penting dibanding persoalan sosial lainnya.
"Menjaga lingkungan adalah wujud rasa syukur kita kepada alam. Mulailah dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, dan menjaga kebersihan sekitar rumah. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan kehidupan yang lebih baik,” pesannya.
Sementara itu, Tenaga Ahli DPR RI Donald Harris Sihotang yang turut mendampingi kegiatan tersebut memandu sesi diskusi bersama warga.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak sekadar mendengar, tetapi benar-benar menerapkan pesan-pesan yang telah disampaikan.
"Apa yang disampaikan Pak Sudin sangat relevan dengan kondisi kita saat ini. Mari kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi, TNI, pemerintah, DPR, atau DPRD, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Donald.
Donald juga mengingatkan agar peristiwa kemanusiaan yang pernah terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tidak terulang kembali, baik di Indonesia secara umum maupun di Lampung secara khusus.
"Jangan sampai ada lagi anak yang kehilangan nyawa hanya karena persoalan kemiskinan, bahkan karena tidak mampu membeli buku dan pensil seharga Rp10 ribu. Dengan kepedulian antartetangga, saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling membantu, serta perhatian dari pemerintah desa dan dusun, kita bisa mencegah tragedi seperti itu. Gotong royong adalah kunci,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi, salah seorang warga menyampaikan aspirasi terkait lahan permukiman yang saat ini mereka tempati dan diketahui berada di wilayah register.
Warga berharap persoalan tersebut dapat diperjuangkan agar lahan tersebut dapat dilepaskan dan memiliki kepastian hukum sebagai hak milik masyarakat.
Kegiatan kunjungan berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Warga tampak antusias mengikuti jalannya diskusi serta aktif menyampaikan aspirasi dan masukan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan masyarakat Desa Sumber Sari semakin sadar akan pentingnya menjaga moral, memperkuat karakter, serta peduli terhadap keamanan sosial dan kelestarian lingkungan demi terwujudnya kehidupan yang aman, harmonis, dan berkeadaban. (*)

berdikari









