Berdikari.co, Bandar Lampung - Dewan Pimpinan Daerah Hiswana Migas Lampung memastikan stok LPG 3 kilogram dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri mendatang.
Wakil Ketua Hiswana Migas Lampung Bidang Elpiji, Dwi Prayono, mengatakan saat ini kondisi pasokan LPG 3 kg di Lampung terpantau stabil bahkan dalam posisi lebih dari cukup.
"Untuk stok puasa dan Lebaran insyaallah aman. Program sudah disiapkan oleh Pertamina, dan menjelang Lebaran nanti kami bersama Pertamina juga akan melakukan pengawasan langsung ke pangkalan," ujarnya saat dimintai keterangan, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, jumlah agen LPG 3 kg di Provinsi Lampung saat ini mencapai 180 agen. Pada tahun 2025 terjadi penambahan lebih dari 17 agen yang tersebar di sejumlah daerah, seperti Lampung Utara, Tulang Bawang, Tulangbawang Barat, Lampung Timur, dan Tanggamus.
Dengan bertambahnya agen, para agen juga berlomba-lomba menambah jumlah pangkalan untuk memperluas distribusi. Saat ini tercatat kurang lebih 8.000 pangkalan LPG 3 kg yang tersebar di seluruh wilayah Lampung.
"Kami terus mendorong penambahan pangkalan, tentu dengan memenuhi ketentuan yang berlaku, salah satunya jarak minimal 150 meter antar pangkalan," jelasnya, seperti dikutip dari kupastuntas.co.
Adapun kuota distribusi LPG 3 kg di setiap pangkalan bervariasi, dengan alokasi maksimal mencapai 2.000 tabung per bulan, tergantung kebutuhan dan penetapan dari Pertamina.
Dwi juga menegaskan, Hiswana Migas tidak akan mentolerir pangkalan yang melakukan pelanggaran.
"Jika ditemukan pangkalan yang terbukti melakukan kecurangan, maka akan diberi bertahap mulai dari teguran pertama hingga pemberhentian hubungan usaha (PHU)," kata dia.
Sebagai bentuk transparansi dan pengawasan, di setiap papan nama pangkalan tercantum informasi layanan pengaduan. Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui call center resmi Pertamina.
Sebelumnya kuota LPG bersubsidi di Provinsi Lampung untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 219.740 metrik ton (MT) dari usulan Pemprov Lampung yang sebelumnya mencapai 280.067 MT.
Kepala Bidang Energi pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Sopian Atiek, menjelaskan bahwa secara jumlah, kuota LPG 3 Kg tahun 2026 hanya mengalami kenaikan tipis dibandingkan tahun 2025.
"Kalau dibandingkan dengan kuota 2025 yang sekitar 217.830 MT, kenaikannya hanya 0,87 persen atau sekitar 1.904 MT," kata Sopian.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 konsumsi LPG 3 Kg di Provinsi Lampung tercatat melebihi kuota yang ditetapkan. Berdasarkan data, konsumsi LPG 3 Kg sepanjang 2025 mencapai 235.097 MT. (*)

berdikari









