Berdikari.co,
Bandar Lampung - Akademisi Ekonomi Universitas Lampung (Unila) sekaligus Ketua
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin, meminta
pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar iklim investasi
tetap kondusif dan berkelanjutan.
Menurut
Usep, hal paling mendasar yang harus dilakukan pemerintah adalah memberikan
insentif kepada investor. Insentif tersebut tidak selalu dalam bentuk fiskal,
tetapi juga kemudahan nonfiskal.
“Pertama,
tentu pemerintah harus menyediakan insentif bagi para investor. Insentif ini
bisa berupa kemudahan prosedur dan persyaratan, serta kepastian hukum, terutama
terkait status lahan,” kata Usep, Rabu (28/1/2026).
Ia
menekankan bahwa kepastian hukum menjadi faktor krusial dalam keputusan
investor menanamkan modalnya, terutama untuk investasi jangka panjang.
Selain
itu, Usep menyebut investor juga membutuhkan jaminan ketersediaan energi, bahan
baku, dan tenaga kerja yang memadai. Tanpa dukungan tersebut, biaya produksi
berpotensi meningkat dan mengurangi daya tarik investasi.
“Investor
juga perlu kepastian bahwa energi tersedia, bahan baku mudah diakses, dan
tenaga kerja siap serta kompeten,” jelasnya.
Dari
sisi infrastruktur, Usep mengatakan sarana dan prasarana pendukung harus terus
dibenahi. Kondisi jalan, konektivitas antarwilayah, hingga akses ke kawasan
industri dinilai sangat menentukan kelancaran aktivitas usaha.
Tak
kalah penting, Usep mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat digitalisasi
sistem pelayanan investasi. Dengan sistem yang terintegrasi dan transparan,
calon investor dapat lebih mudah memperoleh informasi serta mengurus perizinan.
“Digitalisasi
itu penting agar calon investor bisa mengakses informasi dengan cepat, mudah,
dan transparan,” jelasnya.
Dengan
kombinasi insentif, kepastian hukum, infrastruktur yang memadai, serta layanan
berbasis digital, Usep optimistis Lampung mampu menjaga kepercayaan investor
sekaligus mencapai target investasi tahun 2026. (*)

berdikari









