Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menyiapkan skema pasar murah di 20 kecamatan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan langkah tersebut diambil menyusul potensi meningkatnya kebutuhan bahan pokok masyarakat setelah momentum Natal dan Tahun Baru, yang akan disusul Ramadan dan Idul Fitri dalam waktu berdekatan.
“Untuk menghadapi Imlek dan Idul Fitri, kami sudah menyiapkan skema pasar murah yang akan dilaksanakan di seluruh kecamatan. Pelaksanaannya dilakukan bertahap selama bulan Ramadan,” kata Erwin, Rabu (21/1/2026).
Program pasar murah tersebut direncanakan berlangsung dalam tiga tahap selama bulan puasa. Dalam pelaksanaannya, Disdag akan menyediakan sejumlah komoditas kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.
“Komoditas yang disiapkan antara lain beras, minyak goreng, gula, telur, serta tepung terigu,” jelasnya.
Penambahan tepung terigu, lanjut Erwin, dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang memproduksi kue kering.
Selain menyiapkan pasar murah, Disdag juga melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan harga bahan pokok di pasar tradisional dan modern.
Menurut Erwin, hingga saat ini harga kebutuhan pokok menjelang Tahun Baru Imlek masih relatif stabil. Namun, pihaknya memberikan perhatian khusus pada komoditas telur yang kerap mengalami fluktuasi harga saat memasuki hari besar keagamaan.
“Kami pastikan sampai sekarang harga masih terkendali. Tapi kami tetap fokus memantau harga telur agar tidak terjadi lonjakan signifikan,” ujarnya.
Melalui kebijakan tersebut, Disdag berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga dan masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga menjelang perayaan hari besar keagamaan. (*)

berdikari









