Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Selasa, 13 Januari 2026

DPRD: Pelajar Paling Rentan Terpapar Narkoba

Oleh ADMIN

Berita
Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Naldi Rinara. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung - Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Naldi Rinara, menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Perjuangan memerangi narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada BNN atau kepolisian. Pencegahan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Naldi, baru-baru ini.

Menurutnya, peran keluarga, lingkungan, dan masyarakat sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika. Pengawasan terhadap anak muda, edukasi bahaya narkoba, dan keberanian melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan harus menjadi budaya bersama.

“Narkoba adalah musuh bersama. Kita harus saling menjaga, saling mengingatkan, dan bergerak bersama. Sebagai wakil rakyat, saya akan terus mendukung setiap kebijakan yang memperkuat upaya pencegahan, pemberantasan, hingga rehabilitasi penyalahgunaan narkoba di Lampung,” ujarnya.

Naldi juga mengajak masyarakat, khususnya orang tua dan pemuda, untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Garinca Reza Pahlevi, menambahkan bahwa upaya pencegahan narkoba harus dimulai sejak dini dan dimasifkan melalui lingkungan sekolah.

Menurutnya, edukasi kepada pelajar menjadi benteng paling awal dan paling efektif dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

Ia menekankan bahwa sekolah harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan. “Sosialisasi ke sekolah-sekolah itu penting sebagai pencegahan awal. Seminar, penyuluhan, dan edukasi bagi siswa harus dilakukan secara rutin dan menyeluruh,” tegasnya.

Menurutnya, pelajar merupakan kelompok yang paling rentan sehingga pendekatan edukatif harus dilakukan secara intensif, terarah, dan berkelanjutan.

Selain edukasi formal, Garinca juga mendorong kolaborasi dengan alim ulama dan tokoh agama untuk memperkuat pencegahan melalui pendekatan spiritual.

“Kerja sama dengan ulama juga penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki ketahanan moral dan spiritual untuk menolak narkoba,” ujarnya.

Garinca mengungkapkan bahwa isu bahaya narkotika sudah sejak lama menjadi bagian dari agenda reses maupun sosialisasi peraturan daerah yang ia lakukan di berbagai wilayah Lampung.

Ia berharap dengan pencegahan sejak dini dan sosialisasi lintas sektor, Lampung semakin siap melindungi generasi muda dari ancaman narkotika. (*)

Editor Sigit Pamungkas