Berdikari.co, Bandar Lampung - Provinsi Lampung melalui Kalender Event Daerah (KALDERA) Tahun 2026 menyiapkan sekitar 72 event yang akan digelar sepanjang Januari hingga Desember 2026.
Puluhan agenda tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari budaya dan adat, pariwisata, ekonomi kreatif hingga olahraga dan edukasi, sebagai upaya mendorong pergerakan ekonomi daerah serta promosi potensi Lampung secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, mengatakan bahwa target kunjungan wisatawan Lampung untuk tahun 2026 hingga kini belum ditetapkan secara resmi oleh pemerintah pusat.
Namun, berdasarkan proyeksi nasional, angka kunjungan diperkirakan berada di kisaran angka 24 hingga 25 juta wisatawan.
"Target kunjungan wisata Lampung tahun 2026 memang belum keluar. Tapi kalau melihat prediksi dari pusat, kemungkinan angkanya sekitar 24 atau 25 juta orang. Namun angka pastinya belum ditetapkan," ujar Bobby, seperti dikutip dari kupastuntas.co, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, KALDERA bukan hanya memuat event yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi, tetapi juga menghimpun berbagai kegiatan dari pemerintah kabupaten/kota serta pelaku event swasta dan komunitas.
Untuk itu, sejak beberapa bulan lalu pihaknya telah mengirimkan surat kepada seluruh pemerintah daerah dan penyelenggara event agar mengusulkan agenda kegiatan masing-masing.
"Kalender event ini bukan hanya event pemerintah. Kami sudah menyurati kabupaten/kota dan pelaku event agar menyampaikan agenda mereka untuk dimasukkan ke dalam KALDERA," jelasnya.
Namun demikian, Bobby menegaskan bahwa terdapat kriteria tertentu dalam penetapan event yang masuk kalender daerah, salah satunya adalah konsistensi pelaksanaan.
"Event yang sudah dijadwalkan misalnya bulan Februari, tapi kemudian mundur tanpa kejelasan, itu menjadi catatan. Konsistensi menjadi syarat penting, karena event adalah salah satu magnet utama untuk menarik wisatawan datang ke suatu wilayah," tegasnya.
Berdasarkan data KALDERA 2026, bidang budaya dan adat menjadi yang paling dominan dengan sekitar 35 event.
Kegiatan ini menampilkan kekayaan seni, tradisi, dan kearifan lokal yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Beberapa di antaranya adalah Pekan Kebudayaan Daerah, Festival Budaya Sekala Bekhak, Festival Tari Melinting, Cangget Lebaran, Festival Balaganjur, Festival Ogoh-ogoh hingga Haul Raden Intan II.
Sementara itu, bidang pariwisata dan destinasi mencatat sekitar 18 event yang berfokus pada promosi wisata alam dan unggulan daerah.
Sejumlah agenda andalan antara lain Krui Pro di Kabupaten Pesisir Barat, Festival Teluk Semaka dan Kiluan Fishing Week di Kabupaten Tanggamus, Festival Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur, serta Lampung Fest di Kota Bandar Lampung.
Di sektor ekonomi kreatif, terdapat sekitar 10 event yang bertujuan memperkuat UMKM, kuliner, dan kriya lokal.
Seperti Lampung Event Kuliner, Festival Parekraf, Festival Kakao, Festival Lada Margatiga, Pameran Kriya Jemari hingga Festival Pasar Wedana diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Selain itu, KALDERA 2026 juga memuat agenda olahraga dan sport tourism sebanyak sekitar 5 event, di antaranya Krakatau Festival (K-Fest), Trail Run Way Kanan, serta Lomba Burung Berkicau Nasional Gubernur Cup.
Adapun bidang pendidikan, literasi, dan sosial mencakup sekitar 4 event seperti Festival Literasi, World Rabies Day, Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan serta peringatan Hari Gajah. (*)

berdikari









