Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Minggu, 11 Januari 2026

Gubernur Lampung Nilai Seni Budaya Jadi Jembatan Persatuan TNI dan Masyarakat

Oleh Erik Handoko

Berita
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Pentas Seni dan Budaya Kodam XXI/Radin Inten dalam rangka Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025, yang digelar di Lapangan Saburai, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Sabtu (10/1/2025) malam. Foto: Ist

Berdikari.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai pendekatan seni dan budaya lokal menjadi cara efektif untuk memperkuat persatuan sekaligus mempererat hubungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Pentas Seni dan Budaya Kodam XXI/Radin Inten dalam rangka Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025, yang digelar di Lapangan Saburai, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Sabtu (10/1/2025) malam.

Ia mengapresiasi inisiatif Kodam XXI/Radin Inten yang mengemas peringatan Hari Juang TNI-AD dengan nuansa kebudayaan daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga ruang pertemuan antara aparat negara dan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

“Pentas seni dan budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap langkah pembangunan harus dilandasi niat yang lurus, kebersamaan, dan persatuan,” ujar Mirza.

Gubernur menekankan bahwa Lampung merupakan provinsi dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam. Keragaman tersebut, menurutnya, justru menjadi kekuatan apabila dirawat melalui sikap saling menghormati dan kerja sama antarelemen.

“Semakin kita memperkuat kebudayaan, semakin kuat pula persatuan kita. Budaya adalah bahasa yang halus namun tegas, mampu merawat persatuan di tengah keberagaman,” katanya.

Mirza juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat dan penguatan identitas daerah. Sinergi dengan TNI serta seluruh unsur masyarakat dinilai menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong percepatan pembangunan.

Memasuki tahun 2026, ia mengajak semua pihak menghadapi berbagai tantangan secara bersama-sama, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, transformasi ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kodam XXI/Radin Inten atas dedikasi dan peran aktifnya dalam menjaga keamanan dan kebersamaan di Bumi Ruwa Jurai,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa pentas seni dan budaya tersebut merupakan bagian dari upaya TNI untuk membangun kedekatan emosional dengan masyarakat melalui pendekatan kultural.

Ia mengatakan, kegiatan itu juga menjadi momentum doa dan refleksi dalam mengawali tahun 2026, sekaligus sarana penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Lampung adalah daerah yang terdiri atas berbagai suku, ras, dan agama. Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling melengkapi agar kita menjadi lebih kuat dan maju,” ujarnya.

Pentas seni dan budaya tersebut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan tari dan seni daerah, campur sari, orkes Melayu jadul, hingga pagelaran wayang kulit dengan lakon Bimo Krido.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung, jajaran TNI, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum. (*)


Editor Sigit Pamungkas