Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 10 Desember 2025

Enam Hari Hilang di Laut, Penumpang KMP Dorothy Ditemukan Tak Bernyawa

Oleh Erik Handoko

Berita
Mayat Dimas Aditiyawan saat dievakuasi ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. Foto: Ist

Berdikari.co, Lampung Selatan - Pencarian terhadap penumpang KMP Dorothy yang dilaporkan melompat ke laut di perairan Pulau Sangiang akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan korban bernama Dimas Aditiyawan (25), warga Tanjung Jabung Timur, Jambi, dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (10/12/2025) pagi.

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mewakili Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah, mengatakan bahwa korban hilang sejak Jumat (5/12/2025) setelah terekam CCTV melompat dari kapal saat pelayaran menuju Merak.

“Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan dan masyarakat yang turut membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.

Memasuki hari keenam, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian hingga 9,12 nautical mile. Cuaca berawan dengan gelombang mencapai 1,3 meter tidak menghentikan upaya tim. Pada pukul 09.00 WIB, Pos AL Pulau Sangiang menerima informasi dari nelayan mengenai penemuan jenazah di sisi barat pulau. Tim segera menuju lokasi dan tiba di titik koordinat 5°58'18.70"S - 105°50'58.79"E, sekitar 4,8 nautical mile dari lokasi awal kejadian.

Korban dievakuasi menuju Dermaga Muara Pilu sekitar pukul 11.30 WIB dan langsung dibawa ke RS Bob Bazar Kalianda dengan pendampingan keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan resmi ditutup dan seluruh unsur dikembalikan ke satuan masing-masing.

Peristiwa ini bermula ketika Dimas, penumpang bus Dua Putra, tiba-tiba melompat dari lambung kapal tak lama setelah KMP Dorothy bertolak dari Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni pada pukul 10.31 WIB. Awak kapal sempat melakukan manuver putar dan penyisiran hingga radius dua mil, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban sehingga pelayaran dilanjutkan.

Kasat Polair Polres Lampung Selatan IPTU Panpan Hermayadi menjelaskan bahwa sejak laporan diterima, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Ditpolairud Polda Lampung, dan pihak kapal. “Kami tetap berupaya maksimal. Setiap informasi tambahan dari saksi, awak kapal, hingga rekaman CCTV kami jadikan acuan untuk menguatkan dugaan posisi terakhir korban,” jelasnya. Upaya pencarian dilakukan dengan memperhatikan kondisi arus dan angin yang cepat berubah di sekitar perairan Sangiang. (*)


Editor Sigit Pamungkas