Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Sabtu, 30 Agustus 2025

Dampak Cuaca Ekstrem di Kotaagung Tanggamus, Pasar Sepi, Nelayan Tak Melaut

Oleh Sayuti

Berita
Tampak pasar yang biasanya ramai dengan aktivitas jual beli kini sepi. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Tanggamus – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Agung dan sekitarnya selama tiga hari berturut-turut sejak Kamis (28/8/2025) tak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga melumpuhkan sektor ekonomi masyarakat. Dari pelabuhan hingga pasar tradisional, nyaris seluruh sektor terdampak cuaca ekstrem yang dipicu sistem tekanan rendah di sekitar Teluk Lampung.

Cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi membuat aktivitas nelayan di Teluk Semaka terhenti total. Kapal-kapal ditambatkan di dermaga Pelabuhan Kota Agung dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), karena melaut dalam kondisi seperti ini sangat berisiko.

“Kalau nekat melaut, nyawa jadi taruhannya. Lebih baik kami bertahan di darat walaupun penghasilan hilang,” kata Roni, nelayan di Kapuran, Sabtu (30/8/2025).

Dampaknya langsung terasa: stok ikan segar langka, harga naik tajam, dan aktivitas di TPI maupun pasar menjadi lesu. Pedagang dan pembeli pun sama-sama mengeluh.

Cuaca ekstrem juga mengganggu pasokan hasil pertanian dari wilayah perbukitan seperti Gisting, Sumberejo, Pulau Panggung, dan Ulubelu. Jalanan licin dan rawan longsor membuat kendaraan distribusi enggan melintas.

“Biasanya pasokan sayur datang dini hari, sekarang telat atau malah tidak datang. Barang sedikit, pembeli pun makin sepi,” ujar Siti, pedagang di Pasar Kota Agung.

Pasar yang biasanya ramai kini tampak sepi dan lembap, lorong-lorongnya lengang, dan banyak kios memilih tutup lebih awal.

Tak hanya sektor ekonomi, dunia pendidikan pun terdampak. Banyak orang tua memilih tidak mengizinkan anaknya berangkat ke sekolah demi keselamatan.

“Kami takut anak jatuh di jalan atau kehujanan terus. Lebih baik di rumah,” ujar Desi, orang tua murid di Kecamatan Kota Agung Timur.

Pantauan di jalan utama Kota Agung menunjukkan hanya segelintir kendaraan melintas di tengah hujan deras, sebagian besar dengan lampu menyala meski masih pagi. Suasana kota terasa muram dan mencekam, diselimuti langit kelabu yang tak kunjung cerah.

BMKG sejak awal telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, termasuk potensi hujan lebat disertai petir, angin kencang, hingga gelombang tinggi. Sementara itu, BPBD Tanggamus telah siaga bersama aparat kepolisian untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor di wilayah rawan.

“Wilayah perbukitan rentan longsor, dan permukiman di bantaran sungai berisiko banjir bandang. Kami terus pantau dan siapkan evakuasi jika diperlukan,” ujar seorang petugas BPBD.

Meski aktivitas nyaris lumpuh, warga masih berharap kondisi segera membaik.

“Semoga hujan ini berkah, bukan awal dari bencana,” ucap seorang warga sambil membantu mengeringkan lapaknya yang tergenang.

Dengan prediksi hujan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, masyarakat diimbau tetap waspada, membatasi aktivitas di luar rumah, dan segera melapor jika menemukan potensi bahaya seperti longsor atau luapan air. (*)


Editor Sigit Pamungkas