Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 10 April 2025

Empat Wisatawan Meninggal Saat Libur Lebaran

Oleh ADMIN

Berita
Ilustrasi

Berdikari.co, Bandar Lampung - Sebanyak empat wisatawan meninggal dunia karena tenggelam saat sedang libur Lebaran 2025 di tiga daerah yakni Kabupaten Tanggamus, Tulang Bawang dan Pesisir Barat. Dan ada belasan orang sempat terseret ombak, beruntung mereka bisa diselamatkan.

Berdasarkan data Kantor SAR Provinsi Lampung, empat wisatawan meninggal dunia adalah kakak beradik Nita (10) dan Aulia (6) warga Kecamatan Sukadana, Lampung Timur; Casmita (45) warga Desa Bunut Seberang, Way Ratai, Pesawaran; dan Abil Far'i Zaenal Fanan (15)  warga Kecamatan Banding Agung, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan.

Kakak beradik Nita (10) dan Aulia (6) tenggelam saat liburan di Sungai Bawang Latak, Tulang Bawang. Tim SAR gabungan menemukan kedua korban sudah meninggal dunia pada Kamis (3/4/2025) lalu.

Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah, mengatakan kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WIB saat ada 6 orang sedang bermain di perahu dan tiba tiba perahu mengalami tidak stabil sehingga mengakibatkan terbalik.

“Sebanyak 4 orang dapat diselamatkan dan 2 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban bernama Nita jenis kelamin perempuan usia 10 tahun dan Aulia jenis kelamin perempuan usia 6 tahun. Keduanya merupakan warga Kecamatan Sukadana, Lampung Timur,” kata Deden, Rabu (9/4/2025).

Deden mengatakan, korban meninggal lainnya saat sedang berwisata mengisi libur lebaran adalah Casmita (45) warga Desa Bunut Seberang, Way Ratai, Pesawaran. Korban meninggal saat berenang di Pantai Umbar Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, pada Kamis (3/4/2025).

Deden menjelaskan, kejadian berawal pada hari Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 13.00 WIB saat Irwan (18) dan ayahnya bernama Casmita (45) sedang mandi di laut Pantai Umbar.

Tiba tiba keduanya terseret ombak dan tenggelam. Warga berhasil menemukan Irwan dalam keadaan selamat, sementara Casmita hingga Rabu sore belum ditemukan.

“Korban Casmita baru ditemukan pada Kamis (3/4/2025) pukul 07.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan berjarak sekitar 1,4 km dari lokasi kejadian,” jelasnya.

Deden melanjutkan, korban lainnya adalah Abil Far'i Zaenal Fanan (15) warga Kecamatan Banding Agung, OKU Selatan, Sumatera Selatan, yang tewas tenggelam saat mandi di Pantai Mandiri Sejati Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, pada Jumat (4/4/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

Deden mengatakan, korban Abil Far'i Zaenal Fanan  tenggelam setelah terseret ombak ketika sedang berenang bersama rekannya di Pantai Mandiri Sejati.

“Korban Abil berenang bersama rekannya bernama Edrian (17) di Pantai Mandiri Sejati. Sekitar 2 jam kemudian tepatnya pukul 09.00 WIB, korban Abil terseret ombak. Edrian yang melihat korban mencoba untuk menolong, namun juga ikut tertarik ombak dan tenggelam,” jelasnya.

Edrian berhasil diselamatkan oleh petugas SAR gabungan. Namun, Abil tidak dapat diselamatkan dan terbawa ombak.

“Setelah 3 hari pencarian, Tim SAR Gabungan menemukan jasad Abil pada Minggu (6/4/2025). Korban ditemukan meninggal dunia berjarak 4 km arah tenggara dari lokasi kejadian,” kata Deden.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyebut, ada dua wisatawan yang tewas tenggelam saat momen libur lebaran 2025.

Analisis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan wisatawan yang tewas tenggelam tersebut saat mengunjungi objek wisata di Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat.

"Kami menerima laporan dari BPBD kabupaten ada dua wisatawan meninggal dunia. Diantaranya dari BPBD Tanggamus dan Pesisir Barat," Kata Wahyu, Rabu (9/4/2025).

Wahyu membeberkan, wisatawan meninggal dunia yang pertama bernama Casmita (45) warga Pesawaran. Ia tewas terseret ombak di Pantai Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis (3/4/2025).

Selanjutnya, korban meninggal dunia kedua bernama Abil Far'i Zaenal Fanan (15) warga Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat mencatat, ada enam kejadian wisatawan terseret ombak di kawasan pantai  dengan total 11 korban. Dari jumlah itu, satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala BPBD Pesisir Barat, Imam Habibuddin, mengatakan, wisatawan terseret ombak itu terjadi selama masa libur Lebaran sejak 1 hingga 7 April 2025.

Lokasi kejadian tersebar di dua titik pantai yaitu Pantai Labuhan Jukung Kecamatan Pesisir Tengah dan Pantai Mandiri Sejati Kecamatan Krui Selatan.

“Tercatat satu kejadian di Labuhan Jukung dan lima kejadian lainnya di Mandiri Sejati, dengan total korban ada 11 orang,” kata Imam.

Ia mengungkapkan, dari seluruh korban itu, sepuluh orang berhasil diselamatkan oleh petugas dan warga, meski beberapa di antaranya sempat mengalami kondisi kritis dan harus mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan yang berjaga di lokasi wisata. Dan satu korban lainnya tidak berhasil diselamatkan dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Meningkatnya jumlah kejadian ini tidak terlepas dari beberapa factor. Selain karena lonjakan kunjungan wisatawan yang memadati objek-objek wisata pantai selama libur panjang, juga karena rendahnya kepatuhan pengunjung terhadap imbauan dan peringatan yang telah disampaikan petugas,” jelasnya.

Menurutnya, masih banyak pengunjung yang mengabaikan larangan berenang di zona berbahaya. Meskipun langkah antisipasi sudah dilakukan, mulai dari pemasangan spanduk peringatan, penyampaian imbauan melalui pengeras suara, hingga pendekatan langsung oleh petugas.

“Tapi kenyataannya masih banyak pengunjung yang menganggap remeh risiko dan tetap nekat berenang, bahkan di lokasi yang sudah jelas berbahaya karena arus bawah lautnya cukup kuat,” ujarnya.

Imam mengungkapkan, sebagian besar korban yang terseret ombak berada di zona merah, yaitu kawasan pantai yang memang tidak diperuntukkan untuk aktivitas berenang karena memiliki arus yang kuat dan struktur dasar laut yang curam. (*)

Editor Sigit Pamungkas