Berdikari.co, Bandar Lampung - Sebanyak empat wisatawan meninggal dunia
karena tenggelam saat sedang libur Lebaran 2025 di tiga daerah yakni Kabupaten
Tanggamus, Tulang Bawang dan Pesisir Barat. Dan ada belasan orang sempat
terseret ombak, beruntung mereka bisa diselamatkan.
Berdasarkan data Kantor SAR Provinsi Lampung, empat wisatawan meninggal
dunia adalah kakak beradik Nita (10) dan Aulia (6) warga Kecamatan Sukadana,
Lampung Timur; Casmita (45) warga Desa Bunut Seberang, Way Ratai, Pesawaran;
dan Abil Far'i Zaenal Fanan (15) warga Kecamatan Banding Agung, Ogan
Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan.
Kakak beradik Nita (10) dan Aulia (6) tenggelam saat liburan di Sungai
Bawang Latak, Tulang Bawang. Tim SAR gabungan menemukan kedua korban sudah
meninggal dunia pada Kamis (3/4/2025) lalu.
Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah, mengatakan kejadian bermula
sekitar pukul 07.30 WIB saat ada 6 orang sedang bermain di perahu dan tiba tiba
perahu mengalami tidak stabil sehingga mengakibatkan terbalik.
“Sebanyak 4 orang dapat diselamatkan dan 2 orang ditemukan dalam kondisi
meninggal dunia. Korban bernama Nita jenis kelamin perempuan usia 10 tahun dan
Aulia jenis kelamin perempuan usia 6 tahun. Keduanya merupakan warga Kecamatan
Sukadana, Lampung Timur,” kata Deden, Rabu (9/4/2025).
Deden mengatakan, korban meninggal lainnya saat sedang berwisata mengisi
libur lebaran adalah Casmita (45) warga Desa Bunut Seberang, Way Ratai,
Pesawaran. Korban meninggal saat berenang di Pantai Umbar Kecamatan Kelumbayan,
Tanggamus, pada Kamis (3/4/2025).
Deden menjelaskan, kejadian berawal pada hari Rabu (2/4/2025) sekitar pukul
13.00 WIB saat Irwan (18) dan ayahnya bernama Casmita (45) sedang mandi di laut
Pantai Umbar.
Tiba tiba keduanya terseret ombak dan tenggelam. Warga berhasil menemukan
Irwan dalam keadaan selamat, sementara Casmita hingga Rabu sore belum
ditemukan.
“Korban Casmita baru ditemukan pada Kamis (3/4/2025) pukul 07.00 WIB dalam
kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan berjarak sekitar 1,4 km dari lokasi
kejadian,” jelasnya.
Deden melanjutkan, korban lainnya adalah Abil Far'i Zaenal Fanan (15) warga
Kecamatan Banding Agung, OKU Selatan, Sumatera Selatan, yang tewas tenggelam
saat mandi di Pantai Mandiri Sejati Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, pada
Jumat (4/4/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
Deden mengatakan, korban Abil Far'i Zaenal Fanan tenggelam setelah
terseret ombak ketika sedang berenang bersama rekannya di Pantai Mandiri
Sejati.
“Korban Abil berenang bersama rekannya bernama Edrian (17) di Pantai
Mandiri Sejati. Sekitar 2 jam kemudian tepatnya pukul 09.00 WIB, korban Abil
terseret ombak. Edrian yang melihat korban mencoba untuk menolong, namun juga
ikut tertarik ombak dan tenggelam,” jelasnya.
Edrian berhasil diselamatkan oleh petugas SAR gabungan. Namun, Abil tidak
dapat diselamatkan dan terbawa ombak.
“Setelah 3 hari pencarian, Tim SAR Gabungan menemukan jasad Abil pada
Minggu (6/4/2025). Korban ditemukan meninggal dunia berjarak 4 km arah tenggara
dari lokasi kejadian,” kata Deden.
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyebut,
ada dua wisatawan yang tewas tenggelam saat momen libur lebaran 2025.
Analisis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan wisatawan
yang tewas tenggelam tersebut saat mengunjungi objek wisata di Kabupaten
Tanggamus dan Pesisir Barat.
"Kami menerima laporan dari BPBD kabupaten ada dua wisatawan meninggal
dunia. Diantaranya dari BPBD Tanggamus dan Pesisir Barat," Kata Wahyu,
Rabu (9/4/2025).
Wahyu membeberkan, wisatawan meninggal dunia yang pertama bernama Casmita
(45) warga Pesawaran. Ia tewas terseret ombak di Pantai Umbar, Kecamatan
Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis (3/4/2025).
Selanjutnya, korban meninggal dunia kedua bernama Abil Far'i Zaenal Fanan
(15) warga Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir
Barat mencatat, ada enam kejadian wisatawan terseret ombak di kawasan pantai
dengan total 11 korban. Dari jumlah itu, satu orang ditemukan dalam
kondisi meninggal dunia.
Kepala BPBD Pesisir Barat, Imam Habibuddin, mengatakan, wisatawan terseret
ombak itu terjadi selama masa libur Lebaran sejak 1 hingga 7 April 2025.
Lokasi kejadian tersebar di dua titik pantai yaitu Pantai Labuhan Jukung
Kecamatan Pesisir Tengah dan Pantai Mandiri Sejati Kecamatan Krui Selatan.
“Tercatat satu kejadian di Labuhan Jukung dan lima kejadian lainnya di
Mandiri Sejati, dengan total korban ada 11 orang,” kata Imam.
Ia mengungkapkan, dari seluruh korban itu, sepuluh orang berhasil
diselamatkan oleh petugas dan warga, meski beberapa di antaranya sempat
mengalami kondisi kritis dan harus mendapatkan penanganan medis dari tim
kesehatan yang berjaga di lokasi wisata. Dan satu korban lainnya tidak berhasil
diselamatkan dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Meningkatnya jumlah kejadian ini tidak terlepas dari beberapa factor.
Selain karena lonjakan kunjungan wisatawan yang memadati objek-objek wisata
pantai selama libur panjang, juga karena rendahnya kepatuhan pengunjung
terhadap imbauan dan peringatan yang telah disampaikan petugas,” jelasnya.
Menurutnya, masih banyak pengunjung yang mengabaikan larangan berenang di
zona berbahaya. Meskipun langkah antisipasi sudah dilakukan, mulai dari
pemasangan spanduk peringatan, penyampaian imbauan melalui pengeras suara,
hingga pendekatan langsung oleh petugas.
“Tapi kenyataannya masih banyak pengunjung yang menganggap remeh risiko dan
tetap nekat berenang, bahkan di lokasi yang sudah jelas berbahaya karena arus
bawah lautnya cukup kuat,” ujarnya.
Imam mengungkapkan, sebagian besar korban yang terseret ombak berada di zona merah, yaitu kawasan pantai yang memang tidak diperuntukkan untuk aktivitas berenang karena memiliki arus yang kuat dan struktur dasar laut yang curam. (*)