Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Selasa, 21 Mei 2024

Stok Beras Bulog Lampung Tersisa 91.607 Ton, Penyaluran Beras Program SPHP 17.284 Ton

Oleh Redaksi

Berita
Foto: Ist.

Berdikari.co, Bandar Lampung - Stok cadangan beras di Badan Urusan Logistik Provinsi Lampung tersisa sebanyak 91.607 ton sampai dengan 17 Mei 2024.

Sementara hingga 18 Mei 2024, Perum Bulog Lampung telah menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Lampung sebanyak 17.284.980 kg (17.284 ton) atau 57,62 persen dari total target tahun 2024 sebanyak 30 ribu ton.

Kadiv Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Epi Sulandari mengatakan, penyaluran beras melalui program SPHP di Lampung pada Januari 2024 terealisasi 3.429.450 kg, Februari 2024 terealisasi 4.387.480 kg, Maret 2024 terealisasi 5.906.915 kg, dan April 2024 terealisasi 3.058.525 kg.

“Sejauh ini untuk total di bulan Mei 2024 terealisasi sebanyak 502.610 kg. Khusus di tanggal 18 Mei kemarin terealisasi 20.800 kg,” kata Epi saat rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara virtual, Senin (20/5/2024).

Epi mengungkapkan, proporsi realisasi beras SPHP paling besar berada di tingkat pengecer (56,3 persen), diikuti distributor (37,6 persen), satgas (4,3 persen), pemda (1,5 persen), dan sinergi BUMN (0,3 persen).

“Selain penyaluran ke pengecer, kita juga melakukan kerja sama dengan ritel modern yang ada di masing-masing daerah,” katanya.

Pihaknya akan terus menjaga ketersediaan pasokan beras di daerah saat daerah itu mengalami kenaikan harga beras maupun ketika harga sedang turun.

“Sampai dengan 17 Mei 2024, stok cadangan beras yang ada di Provinsi Lampung masih sebanyak 91.607 ton,” ungkapnya.

Ia menerangkan, untuk penyaluran bantuan pangan beras tahap dua (April-Juni) sudah dilaksanakan. Di Provinsi Lampung sendiri sudah terealisasi 100 persen dengan jumlah pagu bantuan beras 8.296.750 kg.

Sebelumnya, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Bambang Prihatmoko menjelaskan, Bulog Wilayah Lampung pada tahun 2024 menargetkan penyaluran 30 ribu ton beras melalui program SPHP.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 2 ribu ton jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 28 ribu ton.

"Untuk program SPHP tetap akan kita salurkan sepanjang tahun. Untuk tahun 2024 ini target yang kami tetapkan akan menyalurkan sebanyak 30 ribu ton beras," kata dia saat dimintai keterangan, Kamis (1/2/2024).

Bambang menjelaskan, penyaluran beras melalui program SPHP sampai saat ini telah dilakukan kepada 758 pedagang pengecer. Mulai dari toko di dalam pasar, Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi, dan retail.

Ia mengklaim penyaluran beras SPHP memiliki dampak yang sangat positif terhadap pengendalian angka inflasi terutama yang disumbang oleh komoditas beras.

"Penyaluran SPHP itu berpengaruh terhadap indeks perubahan harga di Lampung. Dimana andil beras terhadap inflasi di Lampung selama dua bulan terakhir hampir tidak ada," imbuhnya.

Selain itu, pada tahun ini pihaknya juga akan melakukan penyerapan gabah di tingkat petani untuk pengadaan dalam negeri dengan target sebanyak 50 ribu ton.

"Tahun ini juga kita akan menyerap untuk pengadaan dalam negeri, mulai April nanti sudah mulai panen. Untuk target penyerapan tahun ini 50 ribu ton setara beras," ungkapnya.

Sedangkan pada tahun 2023, ia mengaku pihaknya hanya mampu menyerap gabah petani sebanyak 26 ribu ton dari target yang ditentukan yaitu 80 ribu ton.

"Karena memang tahun 2023 dan 2024 ini kita menghadapi situasi el nino dan tanam mundur, tidak serentak jadi kondisinya tidak optimal," ucapnya. (*)

Editor Yugo Dwi Prasetyo