Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Senin, 08 Januari 2024

Pemprov Lampung Alokasikan Anggaran Perbaikan Jalan dan Jembatan 500 Miliar, Ruas Jalan Prioritas 170 Miliar

Oleh ADMIN

Berita
Ilustrasi

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) mengalokasikan anggaran perbaikan jalan dan jembatan tahun 2024 total senilai Rp500 miliar.

“Tahun ini ada 55 penanganan paket jalan dan jembatan total anggaran untuk fisik atau konstruksi senilai 500 miliar,” kata Plt Kepala Dinas BMBK Lampung, M. Taufiqullah, Minggu (7/1/2024).

Taufiqullah menjelaskan, khusus untuk melanjutkan perbaikan ruas jalan prioritas yang belum selesai dikerjakan pada tahun 2023 kemarin akan dialokasikan anggaran Rp170 miliar.

"Pada tahun 2023 kemarin kan ada ruas jalan prioritas yang masuk kedalam program kita tapi belum tuntas. Jadi tahun ini dianggarkan lagi kurang lebih Rp170 miliar," jelasnya.

Ia membeberkan, ruas jalan prioritas yang belum selesai perbaikannya adalah ruas jalan Penumangan-Tegal Mukti, Serupa Indah-Tajab, Kotabumi-Ketapang, Ketapang-Negara Ratu, Negara Ratu-Simpang Soponyono, Simpang Soponyono-Serupa Indah, dan Talang Padang-Ngarip sampai dengan Ulu Semong total senilai Rp120 miliar. Ditambah ruas jalan Tegal Mukti-Tajab yang dianggarkan Rp50 miliar.

"Untuk jenis penanganannya fleksibel tergantung dengan kondisi dan kerusakannya. Ada yang rigid kemudian ada yang perkerasan lentur dan juga yang aspal. Jadi kita sesuaikan dengan kondisinya," jelasnya.

Ia mengungkapkan, khusus untuk perbaikan ruas jalan Penumangan hingga ke Tajab memiliki panjang mencapai 50 kilometer. Namun. sampai saat ini masih tersisa sekitar 15 kilometer yang belum ditutup aspal dan akan dilanjutkan pada tahun 2024 ini.

"Selain memakai dana APBD Lampung untuk perbaikan jalan, harapannya secara bersamaan kita juga sedang berupaya dapat dana inpres. Dan ini kita masukan ke dalam usulan," paparnya.

Ia menerangkan, ruas jalan prioritas yang dilakukan perbaikan tersebut membentuk sebuah jaringan. Sehingga jalan itu harus segera diperbaiki untuk mempermudah konektivitas antar wilayah.

"Selama ini mungkin masyarakat masih sulit karena prasarana jalan yang belum memadai. Tapi sekarang dengan terbangunnya jalan ini maka masyarakat banyak pilihan. Selain itu mobil yang membawa hasil pertanian juga mudah sehingga menghemat biaya pengeluaran," ujarnya.

Meskipun ada ruas jalan prioritas, Taufiqullah menegaskan bahwa bukan berarti ruas jalan yang lain tidak dilakukan perbaikan. Karena ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Lampung ada sebanyak 99 ruas.

"Tapi bukan berarti daerah lainnya tidak menjadi penanganan. Tetap titik-titik yang selama ini menjadi keluhan masyarakat secara bertahap kita tangani. Baik langsung perkerasan maupun agregat," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Plt Kepala BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah menyebut jalan rusak provinsi baik ringan, sedang dan berat masih tersisa 340 kilometer (Km). Dan 140 kilometer diantaranya masih jalan kerikil.

"Panjang jalan yang menjadi kewenangan Provinsi Lampung sekitar 1.693 km terdiri dari 99 ruas dan 16 koridor. Kondisi jalan belum mantap ini seperti rusak berat, sedang dan rusak ringan sekitar 340 kilometer lah yang masih belum baik," Taufiqullah, Jumat (5/1/2024).

Ia mengungkapkan, dari 340 kilometer jalan belum mantap tersebut, terdapat 140 kilometer yang masih gravel onderlagh dan batu kerikil.

"Kita menerapkan skala prioritas karena uang kita terbatas. Kalau ditanyakan berapa kebutuhan dana itu sampai Rp4 triliun. Sedangkan anggaran kita sekitar Rp800 miliar sampai Rp900 miliar," katanya.

Taufiqullah menjelaskan, pada tahun 2024 ini pihaknya memprioritaskan penyelesaian ruas jalan yang belum mantap.

Pada tahun 2023 lalu, total anggaran perbaikan jalan dan jembatan yang dialokasikan pada Dinas BMBK sebesar Rp886,79 miliar melalui APBD murni dan Rp179 miliar pada APBD perubahan 2023. (*)

Editor Sigit Pamungkas