Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah
Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK)
mengalokasikan anggaran perbaikan jalan dan jembatan tahun 2024 total senilai
Rp500 miliar.
“Tahun ini ada 55 penanganan paket jalan dan
jembatan total anggaran untuk fisik atau konstruksi senilai 500 miliar,” kata
Plt Kepala Dinas BMBK Lampung, M. Taufiqullah, Minggu (7/1/2024).
Taufiqullah menjelaskan, khusus untuk
melanjutkan perbaikan ruas jalan prioritas yang belum selesai dikerjakan pada
tahun 2023 kemarin akan dialokasikan anggaran Rp170 miliar.
"Pada tahun 2023 kemarin kan ada ruas
jalan prioritas yang masuk kedalam program kita tapi belum tuntas. Jadi tahun
ini dianggarkan lagi kurang lebih Rp170 miliar," jelasnya.
Ia membeberkan, ruas jalan prioritas yang belum
selesai perbaikannya adalah ruas jalan Penumangan-Tegal Mukti, Serupa
Indah-Tajab, Kotabumi-Ketapang, Ketapang-Negara Ratu, Negara Ratu-Simpang
Soponyono, Simpang Soponyono-Serupa Indah, dan Talang Padang-Ngarip sampai
dengan Ulu Semong total senilai Rp120 miliar. Ditambah ruas jalan Tegal
Mukti-Tajab yang dianggarkan Rp50 miliar.
"Untuk jenis penanganannya fleksibel
tergantung dengan kondisi dan kerusakannya. Ada yang rigid kemudian ada yang
perkerasan lentur dan juga yang aspal. Jadi kita sesuaikan dengan
kondisinya," jelasnya.
Ia mengungkapkan, khusus untuk perbaikan ruas
jalan Penumangan hingga ke Tajab memiliki panjang mencapai 50 kilometer. Namun.
sampai saat ini masih tersisa sekitar 15 kilometer yang belum ditutup aspal dan
akan dilanjutkan pada tahun 2024 ini.
"Selain memakai dana APBD Lampung untuk
perbaikan jalan, harapannya secara bersamaan kita juga sedang berupaya dapat
dana inpres. Dan ini kita masukan ke dalam usulan," paparnya.
Ia menerangkan, ruas jalan prioritas yang
dilakukan perbaikan tersebut membentuk sebuah jaringan. Sehingga jalan itu
harus segera diperbaiki untuk mempermudah konektivitas antar wilayah.
"Selama ini mungkin masyarakat masih
sulit karena prasarana jalan yang belum memadai. Tapi sekarang dengan
terbangunnya jalan ini maka masyarakat banyak pilihan. Selain itu mobil yang
membawa hasil pertanian juga mudah sehingga menghemat biaya pengeluaran,"
ujarnya.
Meskipun ada ruas jalan prioritas, Taufiqullah
menegaskan bahwa bukan berarti ruas jalan yang lain tidak dilakukan perbaikan.
Karena ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Lampung ada sebanyak 99 ruas.
"Tapi bukan berarti daerah lainnya tidak
menjadi penanganan. Tetap titik-titik yang selama ini menjadi keluhan
masyarakat secara bertahap kita tangani. Baik langsung perkerasan maupun
agregat," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan,
Plt Kepala BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah menyebut jalan rusak provinsi
baik ringan, sedang dan berat masih tersisa 340 kilometer (Km). Dan 140
kilometer diantaranya masih jalan kerikil.
"Panjang jalan yang
menjadi kewenangan Provinsi Lampung sekitar 1.693 km terdiri dari 99 ruas dan
16 koridor. Kondisi jalan belum mantap ini seperti rusak berat, sedang dan
rusak ringan sekitar 340 kilometer lah yang masih belum baik," Taufiqullah,
Jumat (5/1/2024).
Ia mengungkapkan, dari
340 kilometer jalan belum mantap tersebut, terdapat 140 kilometer yang masih
gravel onderlagh dan batu kerikil.
"Kita menerapkan
skala prioritas karena uang kita terbatas. Kalau ditanyakan berapa kebutuhan
dana itu sampai Rp4 triliun. Sedangkan anggaran kita sekitar Rp800 miliar
sampai Rp900 miliar," katanya.
Taufiqullah menjelaskan,
pada tahun 2024 ini pihaknya memprioritaskan penyelesaian ruas jalan yang belum
mantap.
Pada tahun 2023 lalu,
total anggaran perbaikan jalan dan jembatan yang dialokasikan pada Dinas BMBK
sebesar Rp886,79 miliar melalui APBD murni dan Rp179 miliar pada APBD perubahan
2023. (*)

berdikari









