Berdikari.co,Bandar Lampung - Prof. Wan Jamaluddin terpilih menjadi Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), menggantikan Prof. Moh. Mukri.
Pergantian tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 001225/B.II/3/Kp.07/01/2022 ditandangani Sekretaris jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Prof. H. Nizar pada 27 Januari 2022 dengan tembusan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Wan Jamaluddin juga sudah menerima surat undangan untuk menghadiri pelantikan rektor di ruang pelantikan dan pengambilan sumpah kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (28/1), pukul 09.30 WIB.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbaghumas) UIN Raden Intan Lampung, Hayatul Islam, mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari pusat.
"Saya belum mengetahui secara resmi. Jadi tidak tahu kapan akan dilaksanakannya, karena yang menentukan dari pusat," kata Hayatul, Kamis (27/1).
Prof. Wan Jamaluddin mengaku telah mendapatkan informasi dari salah seorang yang bertugas di Kementerian Agama untuk menghadiri undangan yang telah disetujui Menteri Agama.
"Kalau sudah menerima SK pelantikan baru, pasti saya sudah menjadi rektor. Maka kalau sekarang ini saya belum bisa bicara terlalu jauh, karena semua bisa saja terjadi," ucap dia.
Jika dipilih untuk memimpin UIN Raden Inten Lampung, Wan Jamaluddin akan mengusung tiga program unggulan untuk memajukan kampus.
Pertama, pengarusutamaan moderasi beragama yang merupakan program utama Kementerian Agama yang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
"Kita tidak boleh lari dari kebijakan nasional. Karena contohnya moderasi beragama itu sendiri. Perlu ada pengarusutamaan seperti apa keragaman agama yang pas di negara kita," kata Wan Jamaluddin.
Selanjutnya, program digital kampus yang berwawasan lingkungan. Walaupun kampus UIN Lampung sudah dinobatkan sebagai kampus terbersih, dan kampus terhijau terbaik urutan pertama di lingkungan Kementerian Agama.
"Tapi dengan four point zero (4.0), kedepan harus bisa beradaptasi dengan tuntutan perubahan zaman. Maka salah satunya adalah mempersiapkan digital kampus, tapi tetap berwawasan lingkungan karena itu visi besar UIN Lampung," ujar Wakil Rektor III UIN Lampung ini.
Kemudian program internasionalisasi kampus, dimana sebanyak 50 persen lebih dari jumlah prodi yang ada di UIN Lampung kini sudah terakreditasi A.
"Tidaklah berlebihan bila kita bersiap-siap untuk mendorong prodi-prodi akreditasi A itu merintis kiprah pada level internasional," jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat kepemimpinan Moh. Mukri sudah banyak kelebihan, keutamaan dan keberhasilan yang sudah diraih dan itu harus bisa terus dipelihara dengan baik.
"Namun kita juga lantas jangan cepat berpuas diri, harus ada pembenahan yang dilakukan untuk meraih kualitas yang lebih baik lagi kedepannya. Karena saya rasa setiap orang ada masanya dan setiap zaman memiliki orang dan tantangan yang berbeda juga," ungkapnya. (*)

berdikari









