Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 23 Desember 2021

Buka Muktamar ke-34 NU, Jokowi: Ulama Berperan Percepat Vaksinasi

Oleh Sutowo

1
Berita
Foto: Ist.

Berdikari.co, Lampung Tengah - Ulama memiliki peran besar untuk menenangkan masyarakat saat masa pandemi Covid-19. Ulama juga mampu mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong mengikuti program vaksinasi.

Hal itu disampaikan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Muktamar NU ke-34 di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussa’adah di Kampung Mojo Agung, Lampung Tengah (Lamteng), Rabu (22/12) sekitar pukul 09.00 WIB.

Presiden Jokowi hadir didampingi Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin. Hadir pula Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.

Jokowi mengatakan, saat pertama kali vaksin AstraZeneca tiba di Tanah Air, banyak daerah yang tidak mau mengambil vaksin tersebut. Lalu, para ulama membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga kemudian daerah bersedia menggunakan vaksin AstraZeneca.

"Disinilah peran ulama. Saat itu ada telepon dari para kyai dari Jawa Timur yang meminta silahkan vaksin AstraZeneca dikirim ke Jawa Timur. Para kyai kompak, dan akhirnya semuanya mau menerima vaksin itu," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, para ulama telah mampu mengajak masyarakat untuk ikut vaksinasi. Sehingga kemudian semua daerah bersedia menggunakan vaksin AstraZeneca.

“Kita tahu pada  tanggal 15 Juli 2020, kita berada pada posisi keadaan sangat mencekam. Ngeri saya kalau menceritakan semua rumah sakit di Jawa dan Bali penuh. Oksigen dan obat-obat habis. Saat itu kasus Covid-19 harian bisa mencapai 56.056 ribu,” kata Jokowi.

Dampaknya, rumah sakit tidak sanggup lagi menampung pasien positif Covid-19. Bahkan lorong-lorong rumah sakit dipenuhi pasien pasien Covid-19 yang antri untuk bisa mendapatkan kamar perawatan.

“Alhamdulilah berkat dukungan dari para ulama, kasusnya kemudian turun drastis hanya 216 kasus per hari di seluruh tanah air. Kalau kita memiliki 514 kabupaten/kota, kasusnya hanya 216 artinya di setiap kota dan kabupaten hanya ada setengah kasus Covid-19,” ungkap Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, sampai kini sudah ada 263 juta dosis vaksin yang disuntikan kepada masyarakat. Presiden mengakui, pekerjaan yang sangat rumit dan kompleks untuk melakukan vaksinasi ke tempat-tempat yang sulit dijangkau seperti ke pegunungan dan pulau-pulau kecil.

“Alhamdulillah kita kini sudah mencapai 263 juta dosis vaksinasi pertama atau 73,9 persen dan dosis kedua 51,8 persen. Diharapkan dosis kedua bisa segera mencapai 70 persen agar Covid-19 ini tidak menyebar ke mana-mana lagi. Hari ini juga telah dimulai disuntikkan vaksin kepada anak-anak,” ujar Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan masyarakat untuk waspada dan berhati-hati, karena sekarang sudah muncul varian baru Covid-19 dengan nama Omicron.

“Telah ada 83.000 kasus Omicron di dunia, dan Omicron juga telah masuk ke negara Indonesia,” ujar Jokowi.

Ketua PBNU, Said Aqil Siradj mengatakan, Muktamar kali ini adalah even strategis yang didedikasikan untuk melakukan silaturahim bagi warga nahdliyin sedunia, menjadi majelis silaturahim (dialektika keilmuan spiritual/connectivity). Sekaligus momentum silatul amal (keterpaduan gerakan) dalam mensosialisasikan berbagai problematika keagamaan, kebangsaan dan kenegaraan.

“Ini menjadi sejarah panjang Nahdlatul Ulama dalam berkhidmat untuk membangun peradaban dunia, menjaga nilai-nilai kemanusiaan yang luhur dan kehidupan beragama yang ramah damai dan toleran. Saat ini keberadaan jejaring jamiyah (organisasi) sudah tersebar di seluruh penjuru dunia serta keberadaan jamaah NU kini berjumlah sekitar 102 juta,” kata Said Aqil.

Said Aqil mengatakan, NU senantiasa berkomitmen menjaga tumpah darah Indonesia dalam bingkai NKRI dan Kebhinekaan, serta selalu aktif dalam membangun peradaban dunia dengan tatanan yang lebih baik, manusiawi, adil, makmur, dan beradab.

Muktamar NU ke-34 mengambil tema ‘Satu Abad NU: Kemandirian Dalam Berkhidmat Untuk Peradaban Dunia’.

Sesuai roundown yang sudah ditetapkan panitia, untuk acara pembukaan dan pemilihan ketua umum PBNU dan Rois Aam akan dilaksanakan di Ponpes Darussa’adah Lampung Tengah. Lalu sidang komisi-komisi dan pleno lainnya dilaksanakan di kampus UIN Raden Intan Lampung, Unila dan Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Dan acara penutupan dilaksanakan di kampus UIN Raden Intan Lampung, yang akan ditutup oleh Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. (*)

Artikel ini sudah terbit di SKH Kupas Tuntas Edisi Cetak, Kamis (23/12/2021) dengan judul 'Jokowi: Ulama Berperan Besar Percepat Vaksinasi'

Editor Didik Tri Putra Jaya