Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Jumat, 03 Juli 2026

Buka Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah, SPMB Pendidikan Jarak Jauh Dimulai 6 Juli 2026

Oleh Siti Khoiriah

Berita
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung membuka peluang bagi ribuan anak putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Tahun Ajaran 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Provinsi Lampung yang saat ini masih mencapai lebih dari 20 ribu orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan pendaftaran Program PJJ dibuka mulai 6 hingga 31 Juli 2026. Sasaran program ini adalah masyarakat berusia 16 hingga 18 tahun atau belum genap 19 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan jenjang SMA akibat putus sekolah maupun drop out.

"Mulai 6 sampai 31 Juli kami membuka SPMB Pendidikan Jarak Jauh Tahun Ajaran 2026. Program ini ditujukan bagi anak-anak usia 16 sampai 18 tahun yang putus sekolah atau drop out agar dapat kembali melanjutkan pendidikan," kata Thomas, Jumat (3/7/2026).

Menurut Thomas, calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui tautan yang akan diumumkan di media sosial resmi Disdikbud Provinsi Lampung maupun akun sekolah penyelenggara. Pada tahap awal, pelaksanaan PJJ dipusatkan di empat sekolah negeri, yakni SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, SMA Negeri 1 Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat, serta SMA Negeri 1 Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang.

Ia menegaskan, meskipun proses belajar dilaksanakan melalui sistem Pendidikan Jarak Jauh, peserta tetap memperoleh ijazah resmi dari sekolah tempat mereka terdaftar.

"Kalau mengikuti PJJ di SMA Negeri 2 Bandar Lampung, maka ijazah yang diterima adalah ijazah resmi dari SMA Negeri 2 Bandar Lampung," ujarnya.

Thomas mengungkapkan, berdasarkan data Disdikbud, saat ini terdapat sekitar 20.534 anak putus sekolah di Lampung. Melalui Program PJJ dan SMA Terbuka, pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan secara signifikan hingga tahun 2028.

"Kami ingin angka anak tidak sekolah di Lampung turun drastis. Karena itu kami menghadirkan dua program, yaitu Pendidikan Jarak Jauh dan SMA Terbuka, agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan menengah," jelasnya.

Untuk tahap awal, masing-masing sekolah penyelenggara PJJ menyiapkan kuota minimal 60 peserta didik. Sistem pembelajaran akan menggunakan Learning Management System (LMS) dengan metode blended learning, yaitu sekitar 70 persen kegiatan belajar dilakukan secara daring dan 30 persen melalui tatap muka sesuai jadwal yang ditetapkan sekolah.

Selain Program PJJ, Disdikbud Lampung juga akan meluncurkan Program SMA Terbuka pada Juli 2026. Program ini ditujukan bagi masyarakat berusia 18 hingga 21 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan SMA dan akan diselenggarakan di 15 sekolah yang tersebar di berbagai kabupaten di Provinsi Lampung.

Thomas berharap kedua program tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang sempat kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan formal.

"Kami ingin memastikan setiap anak di Lampung tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA. Jangan sampai masa depan mereka terhenti hanya karena pernah putus sekolah," pungkasnya. (*)

Editor Sigit Pamungkas