Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 07 Mei 2026

Satu Keluarga Asal Lampung Jadi Korban Tewas Kecelakaan Maut di Sumsel

Oleh Didik Tri Putra Jaya

Berita
Satu Keluarga Asal Way Kanan Jadi Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki di Sumsel. Foto: Ist.

Berdikari.co, Way Kanan - Kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki minyak di Jalan Lintas Sumatera wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026), menewaskan satu keluarga asal Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Korban diketahui bernama Aldi Setiawan (26), istrinya Agustina Maharani (24), serta putri mereka Bella yang masih berusia sekitar dua tahun.

Ketiganya merupakan warga Desa Talang Kangkung, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, yang saat itu tengah dalam perjalanan menuju Pekanbaru, Riau.

Ayah Agustina, Hambali (56), tampak terpukul saat menunggu proses identifikasi jenazah di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).

Dengan raut wajah penuh duka, ia mengaku langsung berangkat dari Way Kanan menuju Palembang setelah mendapat kabar kecelakaan tersebut.

"Baru sampai sini jam 7 pagi tadi diantar saudara naik travel. Ada cucu dan anak saya di bus tersebut,” kata Hambali, seperti dikutip dari kupastuntas.co.

Baca juga : ‎Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Sumsel Tewaskan 16 Orang, Ini Kronologinya

Menurut Hambali, Aldi bersama keluarganya berangkat merantau ke Pekanbaru untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Selama ini Aldi bekerja serabutan di kampung halaman dan berencana mengelola kebun sawit milik keluarga di Riau.

“Anak saya itu kerja serabutan di Way Kanan. Mau dapat penghasilan lebih jadi berangkat ke Pekanbaru untuk menggarap kebun sawit milik keluarga,” ujarnya, dilansir Kompascom.

Ia juga mengungkapkan keberangkatan Aldi dan keluarganya sempat beberapa kali tertunda meski tiket perjalanan telah dibeli sejak beberapa hari sebelumnya. Namun akhirnya mereka tetap berangkat menggunakan bus ALS pada Selasa pagi.

"Sudah dibeli tiket dari hari Minggu, tetapi Senin tidak jadi berangkat. Malam Selasa juga batal lagi, akhirnya Selasa pagi baru berangkat,” tutur Hambali.

Sebelum berangkat, Aldi dan Agustina sempat berpamitan kepada keluarga seperti biasa. Bahkan, Agustina memiliki rencana membangun rumah sendiri dari hasil kerja mereka di perantauan.

"Mau bikin rumah sendiri. Saya sempat bantu beli material, lalu dua hari kemudian izin berangkat untuk modal usaha,” kata Hambali dengan mata berkaca-kaca.

Keluarga mengetahui kabar kecelakaan itu dari pemberitaan media. Setelah mencocokkan data penumpang dan kendaraan, pihak keluarga langsung mendatangi loket bus dan menuju RS Bhayangkara Palembang untuk memastikan identitas korban.

Kecelakaan bus ALS yang bertabrakan dengan truk tangki tersebut diketahui menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia akibat benturan dan kebakaran hebat yang terjadi usai tabrakan. (*)

Editor Didik Tri Putra Jaya