Berdikari.co, Lampung Selatan - Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digelar Polres Lampung Selatan resmi ditutup di Lapangan Apel Polres Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu diikuti ratusan peserta dari berbagai pondok pesantren dan menjadi ajang syiar Al-Qur’an terbesar di daerah tersebut.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri bersama Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama hadir langsung dalam penutupan kegiatan.
MHQ digelar sebagai upaya membangun generasi Qurani sekaligus memperkuat harmoni sosial, moral, dan spiritual di tengah masyarakat.
Sejak dibuka, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Dari total 1.013 pendaftar, sebanyak 645 peserta dinyatakan lolos verifikasi dan mengikuti perlombaan dalam berbagai kategori hafalan, mulai juz 30, 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz hingga 30 juz.
Panitia juga membuka kategori khusus surat At-Takatsur dan An-Nas bagi anggota Bhayangkara dan Bhayangkari.
Suasana penutupan berlangsung khidmat sekaligus penuh haru. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di Lapangan Apel Polres menjadi simbol kuatnya semangat religius yang dibangun dalam momentum Hari Bhayangkara tahun ini.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
Menurutnya, MHQ bukan sekadar kompetisi hafalan, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai ketenangan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar sampai penutupan. Kami sangat berterima kasih kepada panitia, Kemenag, pondok pesantren, dan semua pihak yang ikut menyukseskan acara ini. Kami berharap anak-anak yang mengikuti MHQ ini bisa menjadi generasi pembawa kesejukan dan kedamaian bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Toni.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti MHQ memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya tantangan zaman dan arus informasi saat ini.
"Yang kita bangun bukan hanya kemampuan menghafal ayat, tetapi juga karakter, disiplin, kesabaran, dan nilai kehidupan. Generasi seperti inilah yang dibutuhkan Lampung Selatan ke depan,” kata Egi.
Egi juga mengapresiasi Polres Lampung Selatan yang dinilai tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi turut aktif membangun harmoni sosial dan spiritual masyarakat melalui kegiatan keagamaan.
Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyerahkan trophy, piagam penghargaan, uang pembinaan, serta doorprize sepeda kepada para pemenang.
Juara pertama menerima Rp3 juta, juara kedua Rp2,5 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Sedangkan juara harapan mendapatkan hadiah mulai Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta.
Tak berhenti di situ, Bupati Egi juga memberikan kejutan tambahan berupa bonus total Rp25 juta bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara sebagai bentuk motivasi dan penghargaan atas semangat mereka mengikuti MHQ.
"Semangat menjaga Al-Qur’an harus terus hidup. Kemenangan bukan hanya soal juara, tetapi keberanian dan kesungguhan dalam belajar serta menjaga nilai-nilai kebaikan,” pungkas Egi. (*)

berdikari









