Berdikari.co, Lampung Barat - Peta persaingan menuju kursi Ketua Umum KONI Lampung Barat periode 2026–2030 mulai mengerucut dan semakin dinamis, menyusul keputusan Bupati Lampung Barat, Hi. Parosil Mabsus, yang dipastikan tidak kembali mencalonkan diri.
Ketiadaan figur petahana membuka ruang kompetisi yang lebih terbuka di internal organisasi olahraga tersebut. Sejumlah nama mulai bermunculan dan menjadi perbincangan di kalangan insan olahraga di Bumi Sekala Bekhak.
Dari berbagai figur yang mengemuka, setidaknya ada tiga nama yang dinilai paling menonjol dan memiliki peluang kuat untuk memimpin KONI Lampung Barat ke depan. Ketiganya adalah Ismun Zani, Ketua Pengkab Perbasi Lampung Barat, Padang Prio Utomo selaku Ketua FPTI Lampung Barat, serta Iwan Setiawan yang saat ini memimpin Persatuan Tarung Derajat Lampung Barat.
Ketiga kandidat tersebut bukan sosok baru di dunia olahraga daerah. Mereka telah lama terlibat dalam pembinaan cabang olahraga masing-masing, bahkan telah berkecimpung lebih dari satu dekade.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjawab tantangan pembinaan prestasi atlet di Lampung Barat yang masih membutuhkan peningkatan. Selain itu, ketiganya juga dianggap memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni dalam mengelola organisasi.
Anggota DPRD Lampung Barat yang juga mantan Ketua Harian KONI Lampung Barat, Bambang Kusmanto, menekankan pentingnya memilih figur yang benar-benar memahami dunia olahraga.
“Ke depan KONI harus dipimpin orang yang paham, berpengalaman, dan punya komitmen. Target prestasi kita tidak ringan, sehingga tidak bisa asal pilih,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, pengalaman di bidang olahraga menjadi faktor krusial agar organisasi dapat berjalan efektif serta mampu melahirkan atlet yang berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Sementara itu, perhatian publik olahraga di Lampung Barat kini tertuju pada proses pemilihan yang tengah berlangsung. Harapan besar disematkan agar pemimpin yang terpilih nantinya mampu membawa perubahan signifikan dan meningkatkan daya saing atlet daerah.
Di sisi lain, tahapan penjaringan calon Ketua Umum KONI Lampung Barat telah resmi dimulai. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) menyusun proses seleksi secara sistematis untuk memastikan berlangsungnya mekanisme yang terbuka.
Ketua TPP, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa seluruh tahapan akan dijalankan secara transparan guna menghasilkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat.
Ia menjelaskan, proses dimulai dari rapat perdana pada 20 April, dilanjutkan pengumuman dan pendaftaran calon pada 22 hingga 26 April. Tahapan berikutnya adalah verifikasi administrasi dan dukungan dari cabang olahraga.
Puncak proses akan berlangsung dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang dijadwalkan pada 6 Mei 2026. Forum tersebut akan menjadi penentu siapa yang akan memimpin KONI Lampung Barat untuk periode mendatang.
TPP juga membuka peluang seluas-luasnya bagi kandidat lain yang memenuhi syarat untuk ikut serta dalam kontestasi. Namun hingga saat ini, tiga nama tersebut masih menjadi figur yang paling banyak diperbincangkan di kalangan insan olahraga. (*)

berdikari









