Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 22 April 2026

80 Persen Kebakaran di Lampung Barat Dipicu Korsleting Listrik

Oleh Echa wahyudi

Berita
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat mengunjungi warga korban kebakaran di Pemangku Taman Jaya, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit. Foto: Ist

Berdikari.co, Lampung Barat - Mayoritas kasus kebakaran di Kabupaten Lampung Barat disebabkan oleh korsleting listrik. Pemerintah daerah mencatat hampir 80 persen peristiwa kebakaran yang terjadi dipicu oleh masalah instalasi listrik, baik akibat kelalaian maupun kondisi jaringan yang sudah tua.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, saat meninjau lokasi kebakaran di Pemangku Taman Jaya, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, bersama jajaran perangkat daerah, Rabu (22/4/2026).

Kunjungan itu dilakukan menyusul peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin malam (20/04/2026), yang menghanguskan tiga unit rumah warga. Rumah milik Edi, Dedi, dan Bambang ludes dilalap api dalam kejadian tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Parosil Mabsus menegaskan, tingginya angka kebakaran akibat korsleting listrik harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Beberapa kasus kebakaran di Lampung Barat ini hampir 80 persen sumbernya dari korsleting listrik. Bisa jadi karena kelalaian masyarakat, atau juga karena jaringan listrik yang sudah cukup lama,” ujarnya, seperti dikutip dari kupastuntas.co.

Kondisi itu menunjukkan adanya persoalan berulang yang perlu segera ditangani melalui langkah konkret dan terukur. Sebagai tindak lanjut, ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat, dan peratin untuk berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Koordinasi difokuskan pada pemeriksaan instalasi listrik milik warga guna mengantisipasi potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran.

Ia menilai, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pemerintah, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat.

Ia menekankan pentingnya perubahan kebiasaan di tingkat rumah tangga sebagai langkah awal mencegah kebakaran.

Menurutnya, selain korsleting listrik, kebakaran juga kerap disebabkan oleh kelalaian penggunaan kompor yang tidak dimatikan.

“Musibah kebakaran paling sering karena dua hal, yaitu korsleting listrik dan kompor yang lupa dimatikan. Saya minta warga membiasakan diri untuk mengecek sebelum keluar rumah, mencabut colokan yang tidak perlu, dan memastikan kompor sudah mati,” imbaunya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan petugas pemadam kebakaran agar selalu siaga dan menjalankan tugas secara optimal dalam menangani setiap kejadian. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kepada para korban sebagai bentuk respons cepat atas musibah yang terjadi.

Parosil Mabsus menegaskan, langkah koordinasi dengan PLN dan peningkatan kesadaran masyarakat diharapkan mampu menekan angka kebakaran di Lampung Barat ke depan.

“BPBD, camat, dan peratin sudah saya minta berkoordinasi dengan PLN untuk memeriksa instalasi listrik warga. Namun, pencegahan utama tetap dari kebiasaan kita di rumah,” pungkasnya. (*)

Editor Didik Tri Putra Jaya