Berdikari.co, Bandar Lampung - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung menyebut pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terkendala keterbatasan lahan, terutama di wilayah perkotaan. Meskipun demikian, saat ini pembangunannya terus menunjukkan progres signifikan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawati, mengatakan hingga Selasa (7/4/2026), sebanyak 134 unit gerai KDMP telah rampung 100 persen dan siap untuk diresmikan secara serentak secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia.
Evie mengungkapkan, secara keseluruhan koperasi Merah Putih yang telah terbentuk di Provinsi Lampung mencapai 2.650 unit dan tersebar di seluruh kabupaten/kota.
"Untuk Koperasi Merah Putih yang sudah terbentuk di Provinsi Lampung ini ada 2.650 dan semuanya sudah berjalan. Mereka sudah memiliki usaha seperti gerai sembako, LPG, hingga simpan pinjam," kata Evie, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan fisik KDMP ditargetkan sebanyak 1.370 unit di Provinsi Lampung. Namun, hasil pemetaan menunjukkan ketersediaan lahan telah melampaui target, yakni mencapai 1.388 titik karena banyak desa yang telah menyiapkan lahan pembangunan.
"Saat ini yang sedang dalam proses pembangunan ada 1.140 unit, dan yang sudah selesai 100 persen sebanyak 134 unit," jelasnya.
Menurut Evie, KDMP yang telah selesai nantinya akan diresmikan secara serentak secara nasional oleh Presiden. Peresmian ditargetkan paling lambat pada Agustus 2026, namun tidak menutup kemungkinan dilakukan lebih cepat apabila progres pembangunan nasional telah memenuhi target.
Evie menjelaskan, usaha bisnis Koperasi Merah Putih sudah berjalan, namun sebagian masih menggunakan fasilitas sederhana seperti kantor desa atau menyewa tempat. Setelah gerai KDMP selesai dibangun, koperasi akan berpindah ke gedung permanen yang telah disiapkan pemerintah.
"Nanti mereka akan punya gerai, klinik, gudang, dan fasilitas pendukung lainnya. Bahkan akan ada mobil truk, satu unit pikap serta dua bentor untuk membantu aktivitas ekonomi masyarakat desa," katanya.
Selain itu, KDMP juga diharapkan dapat mendukung program pemerintah, termasuk pemenuhan kebutuhan desa hingga suplai program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Evie juga mengungkapkan bahwa pembangunan KDMP menghadapi tantangan keterbatasan lahan, terutama di wilayah perkotaan seperti Bandar Lampung. Karena itu, pemerintah menyiapkan desain baru untuk tahap kedua pembangunan.
"Desain baru nanti tidak harus 1.000 meter persegi. Bisa dua lantai, misalnya gudang di bawah dan gerai di atas, sehingga menyesuaikan kondisi lahan di desa," jelasnya.
Dalam mendukung operasional KDMP, Pemprov Lampung juga menyiapkan tim pendamping terpadu dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Sebanyak 34 pendamping koperasi di tingkat provinsi telah disiapkan untuk membantu penguatan kelembagaan hingga pengembangan bisnis koperasi.
Selain itu, terdapat 266 tenaga sarjana yang tergabung dalam Project Management Office (PMO) dan Business Assistant (BA) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota untuk mendukung pengembangan Koperasi Merah Putih di Lampung.
"Dengan pendampingan terpadu ini, kami berharap koperasi desa bisa berkembang dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa," pungkasnya. (*)

berdikari









