Berdikari.co, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung kembali melakukan rotasi jabatan pejabat eselon II dengan menukar posisi dua kepala dinas strategis, yakni Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).
Dalam pelantikan yang digelar Kamis (9/4/2026), Febrizal Levi Sukmana yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas ESDM resmi dilantik sebagai Kepala Dinas PSDA. Sementara itu, Budhi Darmawan yang sebelumnya memimpin PSDA kini dipercaya menempati posisi Kepala Dinas ESDM.
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/919/VI.04/2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian penting dalam menjaga dinamika dan kinerja organisasi pemerintahan.
"Pergantian tugas dalam birokrasi adalah hal yang wajar dan justru sangat diperlukan. Ini adalah bagian dari tour of duty dan tour of area yang memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kinerja organisasi, melakukan penyegaran, serta memperkaya pengalaman dan perspektif kepemimpinan," ujar Marindo.
Ia menilai, organisasi yang sehat harus terus bergerak dan beradaptasi, bukan berada dalam kondisi stagnan. Karena itu, jabatan tidak boleh dipandang sebagai zona nyaman, melainkan amanah yang harus dijalankan secara dinamis sesuai kebutuhan organisasi dan kepentingan masyarakat.
Marindo juga menyoroti pentingnya dua sektor yang kini dipimpin pejabat baru tersebut. Menurutnya, sektor energi dan sumber daya air memiliki peran vital dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan di Lampung.
"Kita berbicara tentang ketersediaan energi yang berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, serta pengendalian dan pemanfaatan air untuk ketahanan masa depan dan mitigasi bencana," katanya.
Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan kinerja pejabat tidak hanya dilihat dari laporan administratif, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
"Saya tidak ingin lagi mendengar keberhasilan yang hanya berhenti di atas kertas. Saya ingin melihat solusi nyata atas persoalan, kecepatan pelayanan, dan inovasi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," tegasnya.
Dalam arahannya, Marindo juga menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya, mengingat sektor tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan publik.
"Kedua, dorong inovasi berbasis data dan kebutuhan nyata. Jangan menunggu masalah menjadi besar. Lakukan deteksi sejak dini, respons cepat, dan bertindak tepat," lanjutnya.
Selain itu, ia meminta seluruh program yang dijalankan harus memiliki arah yang jelas serta memberikan dampak terukur bagi masyarakat.
"Program tidak boleh berjalan tanpa arah. Kita harus produktif, efektif, dan berdampak," pungkasnya. (*)

berdikari









