Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Senin, 16 Maret 2026

Jelang Lebaran, Pemprov Lampung Kebut Penanganan Kerusakan Jalan

Oleh Siti Khoiriah

Berita
Plh Kepala Dinas BMBK Lampung, Asep Wirakarsa. Foto: Ist.

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) terus mempercepat penanganan kerusakan jalan menjelang arus mudik Lebaran.

Progres penutupan lubang jalan saat ini masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada H-3 Lebaran, khususnya pada ruas-ruas prioritas yang kerap dilalui pemudik.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, Asep Wirakarsa, mengatakan penanganan dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di enam wilayah kerja yang saat ini disiagakan penuh.

"Kalau progres penutupan lubang, ya on progress sampai saat ini. Itu target UPTD 1 sampai dengan 6 itu H-3 selesai rampung semua. Tapi tidak semua ruas karena total ruas kita ada 98," ujar Asep saat dimintai keterangan, Senin (16/3/2026).

Ia menegaskan, prioritas penanganan difokuskan pada ruas-ruas yang ramai dilalui masyarakat, khususnya jalur mudik dan akses menuju kawasan wisata serta pusat perkotaan.

"Tetapi yang viral-viral, yang jalur-jalur yang pemudik selalu lewati itu, ya jalan-jalan pariwisata, contohnya Lempasing, Padang Cermin, terus pusat-pusat perkotaan," katanya, seperti dikutip dari kupastuntas.co.

Menurutnya, metode perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat tambal sulam karena dikerjakan oleh tim Unit Reaksi Cepat (URC) UPTD, sementara paket pekerjaan konstruksi permanen masih dalam proses pelelangan.

"Jadi masih pakai tambal sulam karena kan UPTD URC, belum yang ke paket-paket yang dilelangkan," jelasnya.

Selain penanganan jalan, seluruh UPTD juga disiagakan untuk menghadapi potensi bencana alam, terutama di wilayah pesisir seperti Lampung Barat dan Tanggamus.

"UPTD kita di enam wilayah ini standby terus dan alat kita juga standby. Begitu juga bencana alam yang di daerah-daerah pesisir Lampung Barat, Tanggamus, itu juga alat kita standby," tambah Asep.

Salah satu penanganan darurat yang telah dilakukan adalah pada ruas jalan provinsi Ulusemong - Trimulyo di Dusun Pusaka Jaya, Pekon Sirna Galih, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus.

Di lokasi tersebut, jembatan ambrol akibat terjangan banjir yang dipicu hujan lebat.

"Kayak kemarin tuh yang di Ulubelu putus tuh jembatan. Kita langsung ambil tindakan pakai jembatan sementara semi permanen armco," ungkapnya.

Penanganan darurat dilakukan melalui pembangunan jembatan sementara menggunakan pemasangan gorong-gorong armco agar konektivitas tetap terjaga dan arus transportasi masyarakat tidak terputus.

Di Kabupaten Pesawaran, Dinas BMBK juga melakukan penutupan lubang pada ruas jalan provinsi Lempasing - Padang Cermin sepanjang sekitar 23 kilometer.

Ruas ini menjadi jalur vital penghubung kawasan pesisir dengan Kota Bandar Lampung serta kerap dilalui wisatawan dan masyarakat lokal.

Perbaikan serupa dilakukan pada ruas Gedong Tataan - Kedondong dengan panjang sekitar 20 kilometer. Selain penambalan jalan berlubang, pada ruas ini juga dilakukan pembenahan sistem drainase guna mengantisipasi genangan air yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan.

Sementara itu di Kabupaten Pringsewu, perbaikan jalan dilakukan pada ruas Pringsewu - Pardasuka sepanjang sekitar 18 kilometer, serta ruas Kalirejo - Pringsewu sepanjang kurang lebih 21 kilometer.

Kedua ruas tersebut merupakan jalur penting penghubung antarwilayah yang menopang mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian. (*)

Editor Didik Tri Putra Jaya