Berdikari.co, Bandar Lampung – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menegaskan komitmennya mendorong Bandara Radin Inten II Lampung sebagai simpul konektivitas internasional baru di Pulau Sumatera. Hal itu disampaikan menyusul suksesnya penerbangan perdana rute Lampung–Kuala Lumpur.
CEO Regional III PT Angkasa Pura Indonesia, Dwi Ananda Wicaksono, mengatakan Bandara Radin Inten II menjadi salah satu tulang punggung trafik di wilayah Region III yang membawahi 11 bandara di Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung.
"Dari sisi traffic, Lampung ini nomor empat terbesar di Region III setelah Pekanbaru, Palembang, dan Padang. Jadi memang Lampung termasuk andalan kami," ujar Dwi, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, posisi geografis Lampung yang berada di antara dua bandara besar, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Changi Singapura, menjadi tantangan tersendiri. Namun, potensi pasar dan pertumbuhan penumpang di Lampung dinilai tetap menjanjikan.
Menurutnya, Angkasa Pura Indonesia memiliki visi menjadi world class airport operator yang mampu menghubungkan pelancong global dengan keramahan khas Indonesia.
"Kami ingin bandara-bandara di bawah Angkasa Pura Indonesia menjadi bandara kelas dunia. Hari ini menjadi permulaan sekaligus ajang uji coba bagi kami dalam memberikan layanan internasional di Lampung," katanya.
Saat ini, penerbangan Lampung–Kuala Lumpur masih bersifat charter. Namun, jika operasional berjalan lancar serta didukung kesiapan perizinan dan fasilitas, pihaknya akan mendorong pengembangan menjadi rute reguler.
"Kalau ini berjalan baik dan demand-nya terbukti, tentu kami akan mendukung dan mempromosikan kepada maskapai lain, baik domestik maupun internasional, bahwa Lampung sudah siap melayani penerbangan internasional secara kapasitas," jelasnya.
Dwi menilai konektivitas langsung ke luar negeri memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan pariwisata, investasi, serta memudahkan mobilitas masyarakat Lampung yang berada di luar negeri tanpa harus transit di Jakarta.
"Selain itu, rute langsung juga mempermudah masyarakat Lampung yang berada di luar negeri agar tidak perlu transit melalui Jakarta," katanya.
Ia menambahkan, tren perjalanan internasional di kawasan Asia menunjukkan Malaysia dan China sebagai pasar utama dengan jumlah pelancong tinggi ke Indonesia. Untuk wilayah Sumatera hingga Lampung, Kuala Lumpur menjadi salah satu tujuan dengan trafik internasional terbesar.
"Kami membaca potensi itu. Karena itu, layanan internasional di Lampung perlu terus ditingkatkan," ujarnya.
Selain penguatan infrastruktur, Angkasa Pura juga menekankan peningkatan kualitas pelayanan dan sumber daya manusia. Konsep bandara, lanjutnya, kini bukan sekadar pintu gerbang, tetapi menjadi representasi citra Indonesia di mata dunia.
"Kalau dulu bandara disebut pintu gerbang Indonesia, sekarang kami ingin menjadi wajah Indonesia. Kalau wajahnya bagus, akan dikenang dan membuat orang ingin kembali lagi," katanya.
Dari sisi fasilitas, Bandara Radin Inten II dinilai memiliki infrastruktur dan desain terminal yang representatif dibanding sejumlah bandara lain di kelasnya di Sumatera. Hal ini menjadi modal penting untuk memperluas konektivitas internasional di masa mendatang.
Ke depan, Angkasa Pura berharap rute internasional dari dan menuju Lampung tidak hanya terbatas pada Kuala Lumpur, tetapi berkembang menjadi penerbangan reguler dengan pembukaan rute baru ke berbagai negara. (*)

berdikari









