Berdikari.co,
Bandar Lampung - Bendahara DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung, Yozi Rizal,
menegaskan bahwa kenaikan bantuan keuangan partai politik (banpol) masih berada
dalam koridor peraturan perundang-undangan dan dinilai belum berlebihan.
Menurut
Yozi, kenaikan nilai bantuan dari Rp2.400 menjadi Rp4.800 per suara tetap
sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, ia menilai bantuan politik dari APBD
tersebut belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan partai dalam melakukan
pembinaan politik kepada konstituen.
“Kenaikan
dari Rp2.400 menjadi Rp4.800 per suara masih sesuai aturan. Pada prinsipnya,
bantuan politik dari APBD memang belum cukup untuk sepenuhnya memenuhi
kebutuhan partai dalam melakukan pembinaan politik kepada konstituen,” kata
Yozi, Selasa (10/2/2026).
Meski
demikian, Yozi mengaku bersyukur atas adanya penambahan dana banpol tersebut.
Ia menyebutkan, sebagian besar bantuan keuangan di internal Partai Demokrat
justru dialokasikan untuk kegiatan pendidikan politik.
“Di
Partai Demokrat, sekitar 70 hingga 80 persen dana banpol kami gunakan untuk
pendidikan politik. Hal ini karena kami membangun dan membina struktur partai
hingga tingkat ranting, desa, dan kelurahan,” ungkapnya.
Sementara
itu, Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Kostiana, mengungkapkan
bahwa pengajuan kenaikan banpol telah dibahas sejak tahun 2024 oleh delapan
partai politik di DPRD Provinsi Lampung. Dalam pembahasan tersebut, seluruh
partai sepakat mengusulkan kenaikan nilai bantuan hingga Rp5.000 per suara.
“Dengan
kenaikan menjadi Rp4.800 per suara, kami mengapresiasi karena sudah mendekati
angka yang diajukan dan disesuaikan dengan kebutuhan partai politik,” kata
Kostiana, Selasa (10/2/2026).
Kostiana
menjelaskan, penggunaan dana banpol di PDI Perjuangan dialokasikan sebesar 60
persen untuk pendidikan politik dan 40 persen untuk kebutuhan operasional
sekretariat. Meski demikian, ia menilai anggaran untuk pendidikan politik masih
tergolong terbatas.
“Pendidikan
politik itu mencakup pembinaan anggota dan kader, pelatihan, edukasi, dan
kegiatan lainnya. Jadi memang membutuhkan anggaran yang memadai agar dapat
berjalan optimal,” jelasnya. (*)

berdikari









